Realisasi Bantuan Pangan Non-Tunai saat Musim Corona

·
Realisasi Bantuan Pangan Non-Tunai saat Musim Corona
Pemilik E-Warung di Gampong Masjid Utue, Kecamatan Pidie, Pidie, Teuku Idris. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Jika musim turun ke sawah tiba, Wahyuna, 45 tahun,  warga Gampong Mancang, Kecamatan Pidie, Pidie, bekerja sebagai buruh tanam padi, dan saat masuk musim panen tiba, ia bekerja sebagai buruh pengangkut padi. Wahyuna memiliki tanggungan dua anak. Anak pertamanya duduk di bangku kelas 5 SD, dan anaknya yang kedua duduk di bangku kelas 2 SD. “Suami saya pekerja di toko rempah-rempah di Sabang,” kata Wahyuna, Jumat, 27 Maret 2020.

Wahyuna merupakan salah satu Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dia sudah membelanjakan bantuan nontunai Maret 2020. Kata dia, bantuan pangan yang diterimanya ialah satu sak beras enam kilogram, satu lemping telur, satu kilogram jeruk, satu kilogram kentang, satu kilogram kacang hijau, dan satu kilogram kacang tanah.

“Kami meminta gula dan minyak, karena itu lebih butuh, tapi pemilik e-warung tidak bisa memberikan,” kata Wahyuna.

Pada Febuari  lalu, ia mendapat satu sak beras 6 kilogram, satu lemping telur, dua kilogram kacang hijau, satu kilogram kacang tanah dan satu kilogram kacang kuning.

“Pada bulan Januari, kami hanya menerima satu sak beras 6 kilogram dan satu lemping telur. Baru dalam dua bulan ini kami terima bantuan tambahan berupa kacang-kacangan dan buah-buahan,” kata Wahyuna.

Nilai bantuan sosial  BPNT yang disalurkan pada Januari 2020 ini menjadi Rp 150.000 per bulan per KPM. Sebelumnya, nilai bantuan ia hanya Rp 110.000 per bulan. Lalu, sejak Maret hingga Agustus mendatang, bantuan sosial tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp 200 ribu karena pandemi Corona.

Nurmala, 60 tahun warga Gampong Cot Guelumpang, Kecamatan Pidie, Pidie, yang juga salah satu KPM BPNT juga mengutarakan hal serupa.

Pada Maret 2020, ia membelanjakan –lewat kartu kombo BPNT—satu sak beras, satu lemping telur, satu kilogram kentang, satu kilogram jeruk, dan satu kilogram kacang hijau.

“Jika ada sisa saldo pada bulan lau, saldo tersebut diakumulasi dan akan diberikan tambahan barang berupa kacang-kacangan pada bulan selanjutnya,” kata Nurmala.

Pemilik E-Warung di Gampong Masjid Utue, yang ditunjuk sebagai penyalur resmi BPNT, Teuku Idris mengatakan sejak nominal kartu kombo BPNT pada  Maret 2020 bertambah menjadi Rp 200 ribu, dirinya menambah barang yang diberikan pada KPM seperti kacang-kacangan dan buah-buahan.

“Untuk bulan ini kita menambah barang bantuan seperti kacang-kacangan dan buah-buahan. Untuk bulan depan, kita lihat harga barang di pasaran dulu,” kata Teuku Idris, Jumat, Jumat, 27 Maret 2020.

Baca juga:

Kata Idris lagi, ia menyalurkan BPNT pada 204 KPM di tiga gampong dalam Kecamatan Pidie, yakni Gampong Cot Geuluempang, Gampong Seuriweuk dan Gampong Masjid Utue. “Terkait permintaan KPM agar diberikan bantuan jenis minyak goreng dan gula itu belum bisa diberikan karena aturan di pusat sudah begitu,” kata Teuku Idris.

BPNT ke Program Sembako

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pidie H Yunidar mengatakan BPNT kini telah beralih menjadi Bantuan Program Sembako. “Sebelumnnya diberikan beras dan telur, sekarang sudah diberikan bantuan pangan tambahan seperti kacang-kacangan dan buah-buahan. KPM yang meminta untuk mengambil minyak dan gula, itu tidak bisa, karena itu dilarang. Kalau E-Warung memberikannya, E-Warung itu akan dikenakan sanksi,” kata H Yunidar.

Kata H Yunidar ketentuan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor Nomor 29 HUK/2020 tentang Jumlah KPM, Lokasi, Besaran Nilai, dan Bahan Pangan Lokal dalam Penyaluran Bantuan Program Sembako 2020.

Jumlah KPM BPNT murni di Pidie sebanyak 10.861 KPM. Penerima BPNT murni adalah KPM yang hanya menerima BPNT tapi tidak masuk ke dalam daftar Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara, total  KPM BPNT—termasuk mereka yang menerima bansos PKH di Pidie—ialah 39.270 KPM. Jumlah E-Warung di Pidie: 196 E-Warung []

Loading...