Raup Untung dari Budidaya Jamur Tiram

·
Raup Untung dari Budidaya Jamur Tiram
Muhammad Erwin, 32 tahun, warga Gampong Cot Tunong, Kecamatan Geuleumpang Tiga, Pidie, saat ini sedang menggeluti usaha budidaya jamur tiram di lahan seluas 8 x 6 meter persegi di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co-Muhammad Erwin, 32 tahun, warga Gampong Cot Tunong, Kecamatan Geuleumpang Tiga, Pidie, saat ini sedang menggeluti usaha budidaya jamur tiram di lahan seluas 8 x 6 meter persegi di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

Kata Erwin, ia membeli bibit jamur tiram di Stabat, Langkat, Sumatra Utara. Satu baglog bibit ia beli seharga Rp 5 ribu. "Karena saya baru mencoba usaha ini, saya pesan bibit jamur tiram sebanyak 1.000 baglog dulu. Kalau pada tahap pertama ini sukses baru kemudian saya pesan lebih banyak lagi," kata Erwin pada sinarpidie.co, pekan lalu.

Terlihat tiram menyembul di beberapa baglog yang tersusun rapi di atas rak kayu setinggi 1,8 meter dan lebar 40 sentimeter di sana. Kata Erwin lagi, umur jamur tiram di sana sudah 1,5 bulan. “Hasil panen sudah sekitar 20 kilogram. Sudah beberapa kali panen. Jamur tiram bisa dipanen selama 30 hari,” katanya.

Proses perawatan jamur tiram, kata Erwin, hanyalah penyiraman selama dua kali dalam sehari. “Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban agar jamurnya cepat tumbuh. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan hand sprayer. Teknik penyiramannya dilakukan seperti membentuk kabut jangan langsung air menetes pada baglog," katanya, menjelaskan.

Erwin menjual jamur tiram yang dibudidayakannya ini Rp 40 ribu per kilogram. “Kalau ada pemesan harus antri, sebab belum banyak jamur yang bisa dipanen. Kapasitasnya masih dalam skala kecil," tutup Erwin. []

Loading...