Ratusan Juta Dana BOK yang tak Bisa Dipertanggungjawabkan telah Disetor ke Kasda

·
Ratusan Juta Dana BOK yang tak Bisa Dipertanggungjawabkan telah Disetor ke Kasda
Gedung rawat inap Puskesmas Padang Tiji yang dibangun pada tahun anggaran 2019. Proyek ini dimenangkan CV Gemilang Sentosa. Foto direkam Kamis, 3 September 2020. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie telah mengembalikan Rp 131.480.000, yang tercatat sebagai realisasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK yang tidak akuntabel dalam LHP LKPD Pemkab Pidie tahun 2018, ke Kas Daerah (Kasda).

"Saya tidak tahu soal itu sebab saat itu saya belum menjabat Kepala Dinas Kesehatan Pidie,” kata Kepala Dinkes Pidie, Efendi SSos MKes, Selasa, 10 November 2020, saat ditanyai mengapa pengalokasian Dana BOK tahun anggaran 2018 tidak ditetapkan dengan SK Kepala Dinkes Pidie. “Untuk tahun 2019 dan 2020 saya tidak ingat, sebab banyak SK yang kami keluarkan. Saya cek dulu nanti pada bendahara.”

Diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2018, jasa dana BOK Puskesmas di Pidie dianggarkan Rp15.799.600.681 dengan realisasi sebesar Rp13.908.381.675 atau 88,03 persen. Permasalahan muncul mula-mula dengan kelalaian yang fatal: pengalokasian Dana BOK tahun anggaran 2018 tidak ditetapkan dengan SK Kepala Dinas Kesehatan Pidie. Permasalahan selanjutnya ialah dokumen pertanggungjawaban atas biaya perjalanan dinas tidak dilengkapi dengan bukti kehadiran, lalu penggunaan dana BOK tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca juga:

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, dalam LHP LKPD Pemkab Pidie tahun anggaran 2018, menggarisbawahi bahwa “adanya risiko penyalahgunaan belanja barang dan jasa dana BOK”.

“Menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan mempertanggungjawabkan realisasi Dana BOK yang tidak akuntabel sebesar Rp131.480.000 dan menyetorkannya ke kas daerah,” demikian termaktub dalam LHP LKPD Pemkab Pidie tahun 2018. []

Loading...