Puluhan Situs Cagar Budaya di Pijay belum Dipugar

·
Puluhan Situs Cagar Budaya di Pijay belum Dipugar
Makam Muda Balia di Gampong Sawang, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co -Pidie Jaya memiliki warisan cagar budaya yang kaya. Pada 2018 dan 2019, sebanyak 36 situs cagar budaya sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya.

Dihimpun sinarpidie.co, situs cagar budaya yang sudah dilakukan pemugaran adalah makam Muda Balia di Sawang Bandar Baru, makam Ahmad Katib Langgien, dan makam Teungku Rubiah di Gampong Reuleut, Kecamatan Ulim. Dengan kata lain, sebanyak 33 situs cagar budaya belum tersentuh pemugaran, di antaranya Benteng Kuta Batee, Bungker Pintu Karo, Goa Cot Manyang, makam Kuno Meunasah Raya, makam Panglima Nyak Dum, makam Raja-Raja di Meurah Dua, makam Teungku Chik di Mamplam, makam Teungku Chik di Ulim, makam Teugku Chik Pante Geulima, makam Teungku di Bakoe, makam Teungku di Tulo, makam Teungku Japakeh, makam Wan Chu, dan makam Syak Nyak Dhan Bin Teungku Bintara Raknawangsa Kuta Pangwa. Selanjutnya, Masjid Baitul Abral, Masjid Baiturahman Trienggadeng, makam Meurah Puteh, makam Teungku Panyang Sikurueng di Kiran Dayah, dan makam Teungku Sarah Panyang Lhok.

"Yang kesemuanya itu merupakan ulama (pahlawan-red) dan bangunan yang mempunyai nilai sejarah kerajaan Aceh beberapa fase baik melawan Portugis, Belanda, dan Jepang," kata Marzuwan MPd, Kabid Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya. Jumat, 26 Juni 2020.

Selain itu, kata dia, masih banyak situs-situs sejarah yang baru ditemukan oleh tim cagar budaya pada 2020 ini.  "Kita mempersiapkan data lengkap dari setiap situs tersebut di mana hampir semua situs tersebut kondisinya perlu diselamatkan," ujarnya.

Saiful MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, mengatakan pihaknya terus mendata seluruh cagar budaya di Pidie Jaya. "Data adalah yang terpenting karena ini merupakan pondasi awal. Kita lakukan langkah awal ini dulu," kata Saiful. "Misalkan seperti makam Teugku Khatib di Langgien pengarang kitab lapan. Sejarah ini sangat penting bagi orang Melayu dan sudah pernah beberapa kali Malaysia berkunjung ke makam." []

Loading...