PT Mas Putih Belitung akan Buka Industri Semen di Batee, Kuasai Lahan sekitar 300 Haktare

·
PT Mas Putih Belitung akan Buka Industri Semen di Batee, Kuasai Lahan sekitar 300 Haktare
Cot Kulee, Batee, Pidie. Dok. sinarpidie.co.

Dua gampong di Batee, Pidie, menjual pegunungan di sana pada PT Mas Putih Belitung untuk tambang dan industri semen. Per hektare bukit-bukit tersebut dijual Rp 25 hingga 32 juta. Uang penjualan pengunungan ini konon dibagi pada setiap warga sama rata.

sinarpidie.co — PT Mas Putih Belitung saat ini sedang melengkapi dokumen-dokumen perizinan eksplorasi tambang dan industri semen di Gampong Kulee dan Gampong Kareung, Kecamatan Batee, Pidie.

Keuchik Gampong Kareung, Kecamatan Batee, Annas Salfuna, mengatakan luas lahan yang akan digunakan PT Mas Putih Belitung di Gampong Kareung sekitar 217 hektare.

Pihak gampong, katanya, meminta perusahaan tersebut melakukan pengukuran ulang peta situasi bidang tanah, mengakomodir tenaga kerja dari gampong setempat, dan membagi keuntungan untuk BUMG gampong setempat. “Yang belum ada titik temu, pengukuran ulang dan bagi hasil keuntungan ke BUMG,” kata Annas, Rabu, 5 Februari 2021. “Pembayaran ganti rugi sudah diselesaikan dua bulan yang lalu.”

Proses pembebasan lahan di Gampong Kareung, sebutnya, dilakukan sejak 2016 lalu.

Keuchik Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Mahdi, mengatakan luas lahan yang akan dikuasai perusahaan ini sekitar 150 hektare lebih. “Proses pembayaran ganti rugi pada 2015. Harga per hektare Rp 25 hingga 32 juta,” kata Mahdi, Rabu, 5 Februari 2021.

Yang dibebaskan dalam hitungan hektare adalah bukit-bukit di Gampong Kulee. Sementara, untuk tanah milik masyarakat yang memiliki sertifikat hak milik dan dokumen kepemilikan tanah lainnya berupa ladang, belum dibebaskan. “Yang belum dibayar ladang masyarakat. Untuk ladang, harga setiap tanah tergantung kesepakatan antara pemilik ladang dan perusahaan,” tuturnya.

Baca juga:

Kesepakatannya, uang yang diperoleh setelah menjual pegunungan di dua gampong tersebut dibagi rata pada setiap warga yang tercatat sebagai warga dua gampong tersebut.

300-an hektare

Edy Saputra SIP MM, Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pidie, mengatakan luas lahan yang akan dikuasai PT Mas Putih Belitung untuk industri semen di dua gampong di Kecamatan Batee sekitar 300-an hektare. “Lahan tersebut masuk ke dalam kawasan industri. Hanya saja, saat ini masih dalam proses pengurusan sertifikat. Yang baru ada akta jual beli tanah, tapi belum ditingkatkan ke sertifikat di BPN,” kata Edy, Rabu, 5 Februari 2021.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari PT Mas Putih Belitung.

Bersebelahan dengan lahan konsesi PT SIA

Lahan untuk industri semen PT Mas Putih Belitung ini berdekatan atau bersebelahan dengan lahan yang diklaim telah dikuasai PT Semen Indonesia Aceh atau PT SIA, perusahaan patungan antara PT Samana Citra Agung dan PT Semen Indonesia: 1.559,17 hektare. Karena didera konflik lahan yang berkepanjangan, PT SIA, yang sempat beroperasi, kini telah menghentikan aktivitas mereka di Batee dan Muara Tiga, Pidie.

Konsesi lahan untuk industri semen di Batee dan Muara Tiga yang mencapai 2 ribu hektare bertentangan dengan Qanun Kabupaten Pidie Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pidie Tahun 2014-2034, di mana kawasan peruntukan industri besar di Batee dan Muara Tiga hanya seluas 299,84 hektare. Di Batee, kawasan peruntukkan industri besar yang terletak di Gampong Kulee dan Kareung hanya 99,99 hektare. []

Loading...