Proyek DAK Fisik Terancam Hangus jika Kontrak Lewat Juni

·
Proyek DAK Fisik Terancam Hangus jika Kontrak Lewat Juni
Sumber ilustrasi: maharnews.com.

sinarpidie.co--Memasuki Maret 2020 atau pertengahan triwulan I tahun anggaran 2020, belum satu pun proyek dilelang di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pidie. Padahal, untuk melakukan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahap I maka kontrak proyek, sebagai salah satu syarat penyampaian usulan pencairan DAK Fisik ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), harus disampaikan maksimal pada Juni 2020.

Di samping itu, apabila penyaluran DAK Fisik tahap I tidak cair maka penyaluran tahap II dan III juga otomatis tak akan bisa dicairkan.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran DAK Fisik di Pidie per 27 Februari 2020 masih nol persen dari total pagu Rp 130.937.333.000, yang terbagi Rp 113.043.423.000 Dana Alokasi Khusus Reguler dan Rp 17.893.910.000 Dana Alokasi Khusus Penugasan.

Sebaliknya, data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diperuntukkan untuk belanja pegawai dan belanja operasional telah terealisasi Rp 138.200.664.000 atau 14,81  persen dari total pagu DAU untuk Pidie pada 2020 sebesar Rp 933.106.858.000 per per 27 Februari 2020.

Baca juga:

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Idhami SSos MSi mengatakan belum dilelangnya proyek di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pidie karena Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum ditandatangani sehingga setiap SKPD belum bisa mengunggah Rencana Umum Pengadaan (RUP) di LPSE.

“DPA SKPD akan ditandatangani dalam minggu ini dan tahapan-tahapan RUP akan segera kita lakukan,” kata Idhami, Selasa, 4 Februari 2020 lalu pada sinarpidie.co. []

Loading...