Protokol Penanganan Covid-19 belum Siap, DPRA Tunda Rapat Paripurna

·
Protokol Penanganan Covid-19 belum Siap, DPRA Tunda Rapat Paripurna
Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. Sumber foto: mediaaceh.co.

sinarpidie.co--DPR Aceh menunda rapat paripurna pada Kamis, 26 Maret 2020, karena Sekretariat DPR Aceh belum memiliki protokol area keramaian dan protokol kesehatan penanganan Covid-19, sebagaimana yang telah diatur oleh WHO dan juga Pemerintah Indonesia. Keputusan penundaan paripurna tersebut diputuskan dalam rapat pimpinan DPRA dengan para ketua komisi Rabu, 25 Maret 2020 kemarin.

“Kita tidak ingin acara-acara kita justru bertolak belakang dengan protokol Covid-19. Bagaimanapun kesehatan dan keselamatan menjadi yang utama,” kata  Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Rabu, 25 Maret 2020.

Selain itu, alasan penundaan paripurna juga karena beberapa anggota DPR Aceh, yang baru saja kembali dari luar daerah atau kembali dari daerah yang berstatus merah Covid-19 seperti DKI Jakarta, perlu melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. “Kita ingin kawan-kawan kita ini beristirahat dulu di rumah, mengisolasi diri,” katanya.

Saat ini, kata politisi Partai Aceh itu, Sekretariat DPR Aceh sedang menyiapkan protokol mekanisme rapat-rapat DPR Aceh secara online atau teleconference.

“Karena bagaimanapun DPR sebagai unsur penyelenggara pemerintahan sesuai mandat konstitusional harus tetap berjalan melaksanakan tugas dan fungsi serta tanggungjawab konstitusionalnya,” kata Dahlan lagi.

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang meninggal di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada Senin, 23 Maret 2020, terkonfirmasi positif virus corona. Satu PDP lainnya meninggal di rumah sakit yang sama pada Rabu, 25 Maret 2020. Saat ini, hasil laboratorium yang dari Balitbang Kemenkes RI belum keluar untuk memastikan PDP tersebut positif Corona atau tidak.  []

Komentar

Loading...