Produk Pengrajin Rotan di Pasar Padang Tiji

·
Produk Pengrajin Rotan di Pasar Padang Tiji
Aneka perkakas rumah tangga yang terbuat dari rotan dan bambu di Pasar Padang Tiji. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Dua deret kedai kayu di salah satu sudut di Pasar Padang Tiji, Pidie, penuh dengan keranjang dan tedung saji yang terbuat dari rotan. Selain itu, tampi dan bubu bambu juga tergantung di tiang-tiang di depan dua kedai kayu itu. Di beberapa sudut di dua kedai itu, tali rotan yang bergulung-gulung, menumpuk.

Nurjanah, 30 tahun, warga Gampong Pasar Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, adalah penjual aneka perkakas rumah tangga yang terbuat dari rotan dan bambu di kedai itu. Nurjanah mulai belajar menganyam rotan semenjak 10 tahun yang lalu. Ibu dua anak ini meneruskan usaha orang tuanya.

“Dulu banyak pengangkut pasir di sungai membeli keranjang pasir pada kami. Bahkan keranjang pasir kami dijual hingga ke Banda Aceh. Namun sekarang pasir di sungai diambil menggunakan eksavator,” kata Nurjanah, pada sinarpidie.co pekan lalu.

Saat ini, kata dia, produk yang ia anyam yang paling banyak laku ialah keranjang maulid. “Namun lakunya saat maulid saja,” sebutnya.

Ada beberapa anyaman rotan yang dia produksi, yaitu keranjang maulid, keranjang parcel, keranjang baju kotor, dan tudung saji. Proses dan jangka waktu membuat setiap produk tersebut bervariasi. Nurjanah setidaknya membutuhkan tiga hingga lima kilogram rotan untuk setiap produk.

“Untuk tudung saji dan keranjang baju kotor selesai tiga hari. Untuk keranjang maulid dan parcel selesai dalam sehari,” katanya. "Keranjang parcel harganya Rp 50-60 ribu, harga keranjang maulid Rp 75-95 ribu, tudung saji Rp 200-250 ribu dan keranjang baju kotor Rp 350 ribu.”

Nurjanah membeli bahan baku pada pengepul dengan harga Rp 13-15 ribu per kilogram. “Untuk rotan dari Cirebon harganya Rp 50 ribu per kilogram,” sebutnya.

Kata Nurjanah, ia kesulitan memasarkan hasil kerajinannya walaupun di Pasar Padang Tiji hanya di kedainya produk-produk serupa dijual. “Saya produksi tidak banyak. Hanya ketika ada pesanan saja, apalagi kalau yang menggunakan rotan Cirebon. Harganya mahal butuh modal banyak,” tutupnya. “Anyaman bambu seperti bubu dan tambi barang orang lain yang dititip untuk dijual di kedai kami.” []

Loading...