Reportase

Pria Berbaju Toga yang Mondar-Mandir di PN Sigli

·
Pria Berbaju Toga yang Mondar-Mandir di PN Sigli
Pria berbaju toga sedang berbicara dengan keluarga terdakwa yang sedang menjalani sidang di PN Sigli, Selasa, 17 Maret 2020. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co--Tiga petugas keamanan di pos pengamanan di Pengadilan Negeri (PN) Sigli masih tampak segar, Selasa, 17 Maret 2020 sore. Padahal sudah sedari pagi tadi mereka membuka dan menutup portal di depan pintu gerbang PN Sigli. Kendaraan roda empat diparkir secara serampangan di halaman depan; begitu juga puluhan sepeda motor yang menumpuk mengelilingi mobil tahanan di sisi kiri gedung.

Di sisi kiri gedung pengadilan, tepatnya di samping ruang tahanan, tempat di mana para terdakwa akan menjalani persidangan, terihat kerumunan orang yang saling mengobrol dan membahas perkara yang dihadapi setiap terdakwa. “Mereka yang lapor kita, tapi mereka yang tidak datang ke pengadilan,” kata salah seorang perempuan muda di sana pada sesama anggota keluarganya.

Gedung itu menjulang tinggi. Lambang Mahkamah Agung terpancang di atas pintu masuk gedung. Gedung itu adalah gedung baru. Pembangunan gedung baru PN Sigli telah mulai dikerjakan sejak 2016 lalu. Rehab gedung kantor penyesuaian tata ruang Pengadilan Negeri Sigli pada 2016 dikerjakan CV Khalindo Jaya Mandiri dengan nilai kontrak Rp 1,8 miliar, lalu lanjutan renovasi dan perluasan gedung kantor Pengadilan Negeri Sigli dikerjakan pada tahun anggaran 2019 dengan nilai kontrak Rp 7,6 miliar oleh PT Garot Jaya Utama.

Perempuan muda itu berkata, adiknya terjerat tindak pidana perlindungan anak. Sesaat sebelum persidangan tertutup itu dimulai, perempuan muda tersebut duduk di kursi barisan ke empat di sebelah kiri hakim, sedangkan keluarganya yang lain duduk di kursi depan sebelah kanan.

Di belakang perempuan itu, seorang pria dalam setelan seragam toga berbisik-bisik pada perempuan muda itu. Ia menanyakan, kasus sang adik dan hubungannya dengan sang adik. Pria berkulit sawo matang dengan tinggi semampai itu jelas bukan pengacara yang mendampingi sang adik perempuan itu sebab ia tak duduk di kursi pengacara, dan sebelum perempuan muda itu selesai menjawab pertanyaan pria dalam setelan pakaian toga tersebut, hakim mengetuk palu dan berkata, sidang ini adalah sidang tertutup. Hakim meminta para pengunjung sidang keluar. Semua pengunjung sidang, tak terkecuali pria dalam setelan pakaian toga, juga angkat kaki dari ruang sidang tersebut.

Ruang sidang utama di Pengadilan Negeri Sigli terletak di belakang. Para pengunjung biasa melewati sisi kiri gedung untuk bisa sampai  ke sana.

Hari itu memang sangat banyak para pengunjung yang menunggu jadwal sidang di ruang tunggu. Ada yang menjadi saksi kasus narkoba, pencabulan, pemalsuan surat tanah dan perbaikan kesalahan dalam akta kelahiran.

Ada dua kursi panjang di luar ruang tunggu sidang yang sudah sesak oleh pengunjung, sedangkan di ruang tunggu ada empat kursi panjang yang juga sudah penuh diduduki.

Agenda sidang pada hari itu banyak yang ditunda karena ketidakhadiran saksi. Jam menunjukkan pukul 16.15 WIB. Di ruang tunggu, pria berpakaian toga tadi mengajak para keluarga terdakwa berbincang. Suara itu berbisik-bisik, ada apa? []

Komentar

Loading...