Potensi Bawang Merah Simpang Tiga Menggiurkan

Potensi Bawang Merah Simpang Tiga Menggiurkan
Mustafa, 55 tahun, petani bawang merah di Gampong Dayah Blang, Kecamatan Simpang Tiga. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Hamparan sawah yang luas di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, penuh dengan tanaman bawang merah, Rabu, 27 Mei 2020. Terdapat 50 gampong di kecamatan ini yang terbagi ke dalam tujuh kemukiman. Lazimnya, petani menanam bawang dua hingga tiga kali dalam setahun dari April hingga Oktober setelah panen padi.

Saiful, 48 tahun, salah seorang petani di Gampong Dayah Blang, Kemukiman Mangki, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, menanam bawang merah pada lahan sawah seluas sepuluh are (satu hektare empat naleh, dan satu naleh terdiri dari 16 are).

Dia mengatakan sebelum menanam bawang merah, tanah dibajak dengan menggunakan traktor roda empat hingga membentuk sejumlah pematang. "Dengan luas 10 are sawah, saya membutuhkan Rp 800 ribu untuk biaya traktor dan menghasilkan 15 pematang," kata dia, Rabu, 27 Mei 2020.

Saiful kemudian akan menutupi pematang tersebut menggunakan plastik. "Harga plastik Rp 250 ribu per bal dengan panjang 250 meter. Belum termasuk biaya membolongi. Untuk satu bal, biaya membolongi plastik Rp 100 ribu,” sebutnya.

Saiful juga menyiapkan sumur bor sebagai sumber air untuk menyiram tanaman bawang merahnya. “Untuk biaya sekali bor sumur Rp 300 ribu," kata ayah empat anak itu, "air saya tarik menggunakan mesin.”

Setelah semua persiapan tersebut selesai, Saiful menanam benih bawang pada 15 pematang di sawah tersebut. Harga benih bawang, kata dia, Rp 50 ribu per kilogram. “Untuk 15 pematang ini dibutuhkan 70 kilogram benih bawang," sebutnya.

Modal yang harus dikeluarkan Saiful tak berhenti di situ. Ia juga harus menyiapkan pupuk dan pestisida. Kata saiful lagi, pemberian pupuk pada tanaman bawang merah setidaknya dilakukan tiga kali hingga bawang panen, yaitu pada hari kesepuluh, dua puluh, dan tiga puluh, setelah bawang ditanam.

"Kalau hujan tanaman bawang juga harus disemprot dengan fungisida agar akar bawang kuat dan tidak kena penyakit serta berjamur. Sekali hujan turun, harus disemprot tiga hari berturut-turut. Kalau tidak hujan, cukup disemprot seminggu sekali,” katanya.

Total biaya untuk pupuk dan pestisida ialah sekitar Rp 1 hingga Rp 2 juta. Masa tanam bawang merah, kata Saiful, berkisar 50 hingga 60 hari.

Hitungan hasil panen bawang lazimnya didasari satu kilogram benih dikali 10. Artinya, hasil panen bisa mencapai 10 kali lipat dari total benih yang ditanam.

Saiful, misalnya, menanam 70 kilogram bawang maka hasil panen nantinya berkisar 700 kilogram. Dalam dua pekan terakhir, bawang-bawang petani dibeli Rp 42-43 ribu per kilogram.

Nominal rupiah saat panen kadang-kadang tak semata-mata seperti yang dibayangkan. Mustafa, 55 tahun, warga Gampong Dayah Blang, mengatakan panen bawang merah akan maksimal jika selama masa tanam hingga panen intensitas hujan tidaklah tinggi.

"Semakin sering hujan maka semakin buruk hasil panen bawang,” kata Mustafa.

Tantangan lainnya ialah hama pada tanaman bawang. Hama ulat pada bawang, kata Mustafa, umumnya mendera pada saat memasuki masa tanam bawang untuk kedua kalinya. "Ulat-ulat itu berasal dari capung yang hinggap pada tanaman bawang. Saat saat itu, butuh biaya banyak lagi untuk beli obat hama," katanya. “Jka dibiarkan, sehari saja hama ulat menempel pada tanaman bawang maka bisa dipastikan tanaman bawang tersebut akan mati.” []

Loading...