Polisi Sebut Pria Berbaju Sipil yang Disopiri Kapten Intel TNI yang Tertembak Adalah Anggota TNI

·
Polisi Sebut Pria Berbaju Sipil yang Disopiri Kapten Intel TNI yang Tertembak Adalah Anggota TNI
Konferensi pers di Mapolres Pidie, Senin, 1 November 2021, turut dihadiri Dandim 0102/Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha, jajaran Denpom Iskandar Muda, dan jajaran Sub-Denpom Iskandar Muda/1-3 Sigli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Anggota TNI, Kapten Inf Abdul Majid, yang menjadi korban penembakan dan perampokan di Jalan Lhok Krincong- Pinto Sa, jalan perkebunan yang sempit dan berbatu, di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie yang terletak 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk, Kamis, 28 Oktober 2021 sore, diperkirakan ditembak dari jarak tiga atau empat meter, kata polisi.

Kapolres Pidie, AKBP Padli SH SIK MH, dalam konferensi pers di Mapolres Pidie, Senin, 1 November 2021 mengatakan bahwa satu pucuk senjata api laras panjang jenis Sabhara V-2 beserta 11 butir amunisi, yang diamankan dari tersangka, merupakan peninggalan konflik bersenjata di Aceh.

“Tersangka D mengatakan senjata yang digunakan merupakan senjata sisa konflik. Terkait perencanaan dilaksanakan sehari sebelum kejadian oleh tersangka M dan tersangka D,” kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SH SIK MH.

Menurut polisi, salah seorang tersangka, M, 41 tahun, wiraswasta, yang merupakan kenalan korban Kapten Inf Abdul Majid, mengetahui jika korban mempunyai uang tunai sejumlah puluhan juta rupiah dan sering dibawa di dalam tas korban.

Pada Rabu, 27 Oktober 2021, M menemui D,  43 tahun, petani, yang berperan sebagai penyedia senjata, untuk merencanakan perampokan dan penembakan terhadap Kapten Inf Abdul Majid.

“Kamis, 28 Oktober 2021 sekira pukul 08.00 WIB pelaku berinisial M dan berinisial D melakukan survey ke lokasi perampokan dan penembakan yang telah ditentukan. Sekira pukul 15.00 WIB pelaku berinisial D bertemu dengan pelaku berinisial F untuk memberitahukan rencana perampokan dan penembakan terhadap korban. Pelaku berinisial F ditunjuk sebagai eksekutor dengan senjata api yang sudah disiapkan oleh pelaku berinisial D,” kata AKBP Padli SH SIK MH.

Baca juga:

Sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku berinisial M menghubungi Kapten Inf Abdul Majid untuk bertemu di Simpang Lamlo. Setengah jam kemudian, korban yang saat itu “bersama seorang temannya (saksi) bertemu dengan pelaku berinisial M di Simpang Lamlo. M meminta diantarkan ke tempat kawannya di Gampong Lhok Panah Kecamatan Sakti”.

Sesampai di lokasi yang telah ditentukan sekira pukul 17.00 WIB, M meminta untuk Kapten Inf Abdul Majid menghentikan laju mobil lalu memintanya untuk menurunkan kaca mobil sehingga F selaku eksekutor dengan mudah melihat posisi Kapten Inf Abdul Majid yang sudah membuka kaca pintu samping kanan dan langsung menembak ke arah pintu samping depan sebelah kanan hingga peluru menembus pintu mobil dan mengenai korban di bagian perut.

“Di saat yang bersamaan pelaku berinisial M langsung meraih dan mengambil tas milik korban yang diletakkan di antara kursi depan dan langsung melarikan diri. Sementara, korban bersama dengan seorang rekannya yang duduk di kursi depan samping kiri tidak berani keluar,” tutur AKBP Padli.

“Untuk teman korban belum kami ambil keterangan dan belum kami dalami. Akan kami kabarkan nanti setelah kami melakukan pendalaman. Kami mengantongi identitas teman korban. Yang bersangkutan murni sebagai saksi korban dan anggota TNI,” sebut AKBP Padli.

Diberitakan sebelumnya, tiga pelaku penembakan Kapten Inf Abdul Majid, Komandan Tim Badan Intelijen Strategis (Dantim BAIS) Wilayah Pidie, di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, dibekuk polisi, Minggu, 31 Oktober 2021 kemarin. Ketiganya dijerat pasal 340 jo pasal 338 jo pasal 365 ayat (4) KUHPidana jo pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 Tentang Senjata Api dan Bahan Peledak dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara 20 tahun atau penjara seumur hidup.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Dandim 0102/Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha, jajaran Denpom Iskandar Muda, dan jajaran Sub-Denpom Iskandar Muda/1-3 Sigli.  Jajaran TNI hanya mengapresiasi kinerja polisi yang berhasil mengungkap kasus ini dalam 2 kali 24 jam. []

Loading...