Polda Aceh Usut Dugaan Tindak Pidana Pengelolaan Lingkungan Hidup di RSUD TCD Sigli

·
Polda Aceh Usut Dugaan Tindak Pidana Pengelolaan Lingkungan Hidup di RSUD TCD Sigli
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy. Sumber foto: detik.com.

sinarpidie.co - Polda Aceh saat ini sedang menangani dugaan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman informasi dan pengumpulan dokumen terkait yang relevan.

“Belum ada pihak yang kita klarifikasi saat ini. Penyelidik Krimsus harus memvalidkan data terlebih dahulu sebelum mengambil langkah penyelidikan dan klarifikasi pihak-pihak terkait,” katanya pada sinarpidie.co, Rabu, 24 Februari 2021.

Pengelolaan limbah B3 diatur di dalam UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.

Baca juga:

Secara khusus, pengelolaan limbah B3 di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) diatur di dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor: P.56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Limbah B3 yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan dikelompokkan ke dalam limbah infeksius, patologi, benda tajam, farmasi, sitotoksis, radioaktif, kontainer bertekanan, peralatan medis yang memiliki kandungan logam berat tinggi, dan limbah kimiawi.

Limbah-limbah B3 yang dihasilkan pada pelayanan kesehatan ini, berdasarkan kategori bahayanya, merupakan limbah B3 kategori satu, yaitu limbah B3 yang berdampak akut dan langsung terhadap manusia.

Tahapan pengelolaan limbah di Fasyankes terdiri dari pengurangan, pemilahan dan pewadahan, penyimpanan sementara, pengangkutan, pengolahan, penguburan, dan penimbunan. []

Loading...