Pneumonia pada Balita di Tengah Wabah

·
Pneumonia pada Balita di Tengah Wabah
Meja pelayanan Puskesmas Simpang TIga. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Jumlah kasus pneumonia pada balita di Aceh pada 2018 ialah 2.615 kasus, dan jumlah kematian pneumonia pada balita di Aceh pada 2018: 11 kasus.

sinarpidie.co--dr Susianti Eka Sartika, Kepala Puskesmas Pidie, Pidie, nyaris tak memiliki waktu luang dalam empat pekan terakhir. Di tengah pandemi Covid-19, ia juga harus berjibaku dengan puluhan kasus balita berumur 0-5 tahun yang mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Tak berhenti pada pneumonia balita, dr Susianti Eka Sartika mengatakan hingga Kamis, 16 Maret 2020 sedikitnya 439 warga di Kecamatan Pidie yang pulang dari luar daerah atau dari perantauan

“Dalam bertugas terhadap pencegahan penyebaran Covid-19, kita berkoordinasi dengan Muspika, keuchik, bidan desa dan kader posyandu. Mereka yang menginformasikan setiap ada warga yang baru pulang dari luar daerah,” kata Susianti, Kamis, 16 April 2020. “Saat menghubungi warga yang pulang dari luar daerah, petugas menanyakan beberapa hal terkait riwayat perjalanan, gejala apa saja yang sedang dialami, dan meminta mereka untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.”

Kata dr Susianti lagi, pihaknya kini tak terlalu risau dengan keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD), sebab terdapat “dua set pakaian hazmat dan 10 pasang lagi baju hazmat pada Dinas Kesehatan akan diambil besok”.

“Untuk masker dan sarung tangan masih tersedia dengan cukup,” katanya lagi.

Pada 2019, Puskesmas Pidie menangani 120 kasus balita pneumonia, sedangkan pada tahun ini, hingga Maret tak kurang dari 20 kasus pneumonia pada balita yang ditangani. “Jumlah dokter umum di Puskesmas Pidie sebanyak tiga orang, satu orang dokter PNS dan dua orang dokter bakti,” katanya.

Puskesmas ini memiliki tujuh ranjang pasien umum dan dua ranjang persalinan.

Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Mutiara Timur, Pidie. Pukesmas Mutiara Timur mempunyai 57 petugas kesehatan yang kini memantau 102 warga yang baru pulang dari luar daerah.  “Petugas pukesmas mendatangi rumah warga yang baru pulang tersebut dan menyarankan untuk tetap mengisolasi diri di rumah selama 14 hari,” kata Kepala Puskesmas Mutiara Timur, dr Maizaryani, Kamis, 16 April 2020. “Yang membuat petugas kewalahan, warga yang baru pulang dari luar daerah tidak mau memberikan keterangan yang benar pada saat petugas menanyakan gejala yang dialami dan riwayat perjalanan sebelumnya."

Pukesmas ini memiliki dua ranjang pasien umum dan dua ranjang persalinan, dan puskesmas ini juga memiliki dua ambulans.

“Dinas Kesehatan Pidie hari ini telah menyerahkan tambahan 10 pasang baju hazmat dan ditambah satu pasang baju hazmat sumbangan dari IDI. Persediaan APD untuk sementara mencukupi,” kata dr Maizaryani. “Jumlah dokter umum di Puskesmas Mutiara Timur sebanyak tiga orang.”

Puskesmas Mutiara Timur setidaknya menangani 19 kasus pneumonia pada balita pada 2019.

Infografik sinarpidie.co.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes mengatakan dari 26 Puskesmas di Pidie, delapan di antaranya merupakan puskesmas rawat inap: Puskesmas Padang Tiji, Kembang Tanjong, Delima, Reubee, Muara Tiga, Sakti, Tangse, dan Geumpang. “Selebihnya puskesmas non rawat inap,” kata dia, Kamis, 16 April 2020.

Gejala klinis utama pasien terinfeksi Covid-19 ialah demam, batuk dan kesulitan bernapas seperti pneumonia.

Dikutip dari Data dan Profil Kesehatan Indonesia 2018, jumlah kasus pneumonia pada balita di Aceh pada 2018 ialah 2.615 kasus, dan jumlah kematian pneumonia pada balita di Aceh pada 2018: 11 kasus. []

Loading...