Banner Stunting
Klik Tambang

Plt Gubernur Aceh: Aiyub Abbas-Said Mulyadi Mampu Turunkan Angka Kemiskinan di Pijay

·
Plt Gubernur Aceh: Aiyub Abbas-Said Mulyadi Mampu Turunkan Angka Kemiskinan di Pijay
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya hasil Pilkada Serentak tahun 2018 lalu, Aiyub Abbas dan Said Mulyadi, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2019-2024 di Aula Gedung Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRK) Pijay, Senin, 4 Febuari 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, angka kemiskinan di Pidie Jaya masih relatif tinggi. Namun, ada tren penurunan angka kemiskinan di Pidie Jaya pada tahun 2013 hingga 2017.

Hal itu dikatakan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya saat melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya hasil Pilkada Serentak 2018 lalu, Aiyub Abbas dan Said Mulyadi, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2019-2024 di Aula Gedung Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRK) Pijay, Senin, 4 Febuari 2019.

"Ini merupakan salah satu upaya yang telah dikerjakan oleh bupati dan wakil bupati kebanggaan kita ini," kata Nova Iriansyah.

Nova menitip pesan, ke depan Aiyub Abbas dan Said Mulyadi tetap berusaha lebih keras lagi untuk menurunkan angka kemiskinan sampai di bawah angka kemiskinan rata-rata nasional, yaitu 10 persen.

Posisi Pidie Jaya lima tahun silam berada pada peringkat kedua kabupaten termiskin di Aceh. Namun, saat ini, kabupaten tersebut berada pada urutan kelima.

Pada tahun 2013 tingkat kemiskinan turun dari tahun sebelumnya menjadi 22,70 persen. Selanjutnya pada tahun 2013 sampai 2014 menurun menjadi 21,78 persen dari yang sebelumnya sebanyak 32.590 masyarakat miskin pada tahun 2013 turun menjadi 31.870 masyarakat miskin.

Kemudian, pada tahun 2014 sampai 2015 menurun lagi dari jumlah masyarakat miskin yang sebelumnya 31.870 orang menjadi 31.810 orang atau turun menjadi 21,40 persen. Dari 2015 sampai 2016 tingkat kemiskinan turun lagi menjadi 21,18 persen.

Di samping itu, pendapatan per kapita di Pidie Jaya selama empat tahun naik 4, 28 persen. 

Nova Iriansyah juga menyebutkan, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan Kabupaten Pidie Jaya merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi.

“Pidie Jaya mempunyai tanah yang nyaris sempurna, semua komoditi ada di sini, mulai dengan sawah yang begitu luas melampaui kebutuhan warganya.  Oleh karena itu, dengan potensi yang begitu subur tentu besar sekali peluang Pidie Jaya membawa masyarakatnya untuk meraih kesejahteraan secara lebih cepat dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Ke depan, bupati dan wakil bupati ini harus mengenjot lagi sektor-sektor ini, termasuk fokus pada peningkatan luas areal serta produksi pada komoditi utama seperti padi, jagung, kakao dan kedelai," sebutnya. []

Komentar

Loading...