PKPA Fasilitasi Workhshop Integrasi Pengurangan Resiko Bencana di Gampong Lancang Paru

·
PKPA Fasilitasi Workhshop Integrasi Pengurangan Resiko Bencana di Gampong Lancang Paru
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Aceh selama 11 bulan ini melakukan aktivitas bersama masyarakat Gampong Lancang Paru dalam program Resilient Aceh “Penguatan Ketangguhan Ekonomi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana” dalam kegiatan Workhshop Integrasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Foto Ist.

sinarpidie.co—Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Aceh selama 11 bulan ini melakukan aktivitas bersama masyarakat Gampong Lancang Paru dalam program Resilient Aceh “Penguatan Ketangguhan Ekonomi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana".

Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan beberapa kegiatan Tim Siaga Bencana Gampong (TSBG) dan penguatan kelompok petani garam ke dalam rencana kegiatan atau program desa yang didanai Dana Gampong.

Teuku Satria Mahmud, Representatif PKPA Aceh, yang dalam kegiatan tersebut ditunjuk sebagai fasilitator kegiatan menyampaikan,  perjalanan proyek Resilient Aceh yang dilakukan oleh PKPA bersama Masyarakat Lancang Paru ini berdampak positif, mengingat Gampong Lancang Paru sering sekali menjadi sasaran bencana sehingga kesadaran masyarakatnya untuk membentuk TSBG (Tim Siaga Bencana Gampong) merupakan bagian dari mitigasi masyarakat untuk selamat dan siaga dalam menghadapi setiap bencana yang datang.

“Dari hasil kegiatan ini dapat dipetakan bahwa kebutuhan untuk dilakukan penguatan dan pelatihan siaga bencana sehingga tugas TSBG ke depan melakukan pendidikan bencana untuk seluruh masyarakat Lancang Paru,” kata Teuku Satria Mahmud melalui keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co, Selasa, 30 Juli 2019.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, kegiatan penguatan dan Pelatihan Tim Siaga Bencana Gampong (TSBG) ini akan diteruskan dengan menggunakan anggaran dana gampong tahun anggaran 2019, di antaranya penguatan dan pelatihan managemen camp dan first aid untuk masyarakat, pelatihan dan simulasi bencana, pengadaan perlengkapan P3K di tiga dusun Gampong Lancang Paru dan pembangunan tanggul untuk lahan petani garam.

“Supaya pemerintah gampong dapat menyusun rencana kerja tahun 2020,” kata Teuku Satria.

Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, Aceh letaknya berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Lancang Paru merupakan salah satu gampong terparah dihantam oleh gelombang tsunami akhir tahun 2004 yang lalu. Kemudian pada tanggal 7 Desember 2016 yang lalu, Lancang Paru juga merupakan salah satu gampong yang terdampak dari gempa bumi 6,5 SR dengan kedalaman 15 km. Pada tahun 2008, Gampong Lancang Paru juga diterpa angin puting beliung dan pada tahun 2011 di Gampong Lancang Paru juga direndam oleh banjir rob dengan intensitas 4 tahunan. []

Komentar

Loading...