Pinang Lesu karena Corona

·
Pinang Lesu karena Corona
Aktivitas jual-beli pinang di Mane.

sinarpidie.co--Sejumlah penampung pinang kering di Pidie menghentikan pembelian pinang dari petani sejak dua hari belakangan karena penampung pinang di Medan, Sumatera Utara, menghentikan aktivitas jual-beli komoditi perkebunan tersebut. “Karena Corona yang telah mewabah ke beberapa negara di dunia sehingga aktivitas impor pinang terganggu,” kata Marhaban, 50 tahun, Jumat, 20 Maret 2020, salah seorang penampung pinang di Kecamatan Mane, Pidie.

Penampung pinang kering di Padang Tiji, Abdullah, 60 tahun, juga mengatakan hal yang sama. “Kami terpaksa tidak membeli pinang dalam waktu sementara, beberapa penampung bahkan ada yang sudah tutup kedainya,” kata Abdullah, Jumat, 20 Maret 2020.

Biasanya, kata Abdullah, ia menampung 1,5 ton pinang kering per hari dari petani di Padang Tiji. Dalam empat hari, sebanyak enam ton pinang kering dijual ke penampung di Matang Glumpang Dua dan selanjutnya dijual kembali ke Medan, Sumatera Utara.

“Dalam dua hari ini jual beli pinang lesu. Saya memberi alasan pada petani yang menjual pinang mereka bahwa saat ini uang dari toke besar sedang macet,” kata Abdullah.

Petani pinang di Padang Tiji, Yamaldi, 33 tahun, mengatakan untuk sementara waktu ia akan menyimpan pinang miliknya karena tak ada lagi pembeli. “Pinang bisa disimpan dalam tempo waktu yang lama,” katanya.

Kendati pembelian pinang dari petani lesu, harga jual pinang di tingkat petani masih stabil, yakni Rp 13 ribu per kilogram. []

 

Komentar

Loading...