Pidie tak Miliki APD Standar dan Memadai

·
Pidie tak Miliki APD Standar dan Memadai
Sumber ilustrasi: liputan6.com.

sinarpidie.co — Informasi berapa jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia dan memenuhi standar pada RSUD Teungku Chik di Tiro, RSUD Abdullah Syafi’i, serta di 26 Puskesmas di Pidie masih simpang siur.

Direktur RSUD Teungku Abdullah Syafi’i, dr Eci Erfiyan, mengatakan pihaknya masih kekurangan APD. “Sejauh ini kita memiliki 20 unit baju pelindung. Itu belum standar dan belum memadai,” kata Eci Erfiyan, Selasa, 24 Maret 2020.

Meski RSUD Teungku Abdullah Syafi’I bukan rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah Aceh sebagai rumah sakit penanganan Covid-19, APD menjadi kebutuhan yang mendesak saat dokter dan petugas kesehatan menangani orang yang memiliki gejala atau suspek Corona.

Eci mengatakan ada enam dokter di RSUD Teungku Abdullah Syafi’i. Dan pihaknya telah menyiapkan satu ruang isolasi. “Tugas kami hanya mendiagnosa. Apabila terindikasi Corona langsung dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Aceh,” dia menambahkan.

Ecy menyebutkan pihaknya juga telah mengajukan 3.000 APD untuk kebutuhan tiga bulan ke depan pada Pemkab Pidie.

Baru-baru ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menunjuk RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli sebagai salah satu dari sebelas rumah sakit rujukan penanganan Corona di Aceh.

Di tempat terpisah, dr Muhammad Yasir SP An, Direktur RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, mengatakan jumlah APD di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli saat ini berjumlah puluhan APD. “Yang kita beli standar. Dan yang kita usul untuk diadakan ke depan juga standar,” katanya, tidak merinci jumlah APD yang tersedia dan yang akan diadakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, mengatakan Pemkab Pidie saat ini sedang menyiapkan pengadaan APD. “Dana memang belum ada tapi kita pesan dulu. Anggaran belanja tak terduga hanya Rp 5,2 miliar. Dinas Kesehatan sudah memesan 25 APD untuk puskesmas. Status kita pun masih siaga dan belum ada yang positif Corona,” kata Ketua Siaga Darurat Bencana non-Alam Covid-19 Pidie tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes mengatakan usulan APD dari dua RSUD di Pidie—Teungku Chik di Tiro Sigli dan Teungku Abdullah Syafi’i—belum final. Sementara, untuk 26 Puskesmas di Pidie rencananya akan diadakan dua APD untuk setiap Puskesmas. “Satu untuk supir dan satu untuk pemeriksa,” kata Efendi SSos MKes, Selasa, 24 Maret 2020. []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Candra Saymima

Komentar

Loading...