Petani Kopi di Tangse Masuki Masa Panen

·
Petani Kopi di Tangse Masuki Masa Panen
Mardiah, 52 tahun, petani kopi asal Gampong Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, sedang menjemur biji kopi, Senin, 21 Desember 2020 kemarin. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co — Sebagian petani kopi di Kecamatan Tangse, Pidie, saat ini sedang memasuki masa panen. Hal itu ditandai dengan terpal-terpal plastik yang digelar di halaman rumah warga di kecamatan tersebut. Mardiah, 52 tahun, petani kopi asal Gampong Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, adalah salah satu petani kopi yang melakukan hal serupa, Senin, 21 Desember 2020 kemarin. Ia sedang menjemur biji kopi yang dipanen dari kebun seluas dua hektare yang ia garap bersama suaminya, Ramli Jumadi, 60 tahun.

Mardiah mengatakan harga jual biji kopi liberika atau (kupi panah) di tingkat petani berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram.  .

“Sudah tiga hari saya menjemur biji kopi ini. Kalau sinar mataharinya bagus, dijemur dua hari lagi, biji kopi sudah bisa dijual ke pengepul,” kata Mardiah, Senin, 21 Desember 2020.

Pengelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Ulee Gunong, Kecamatan Tangse, Pidie, Maulana, mengatakan harga biji kopi liberika di tingkat petani saat ini sedang turun. Sebulan yang lalu, katanya, harga kopi liberika di tingkat petani mencapai Rp 26 ribu per kilogram.

“Selama pandemi Corona harga kopi tidak melewati Rp 30 ribu per kilogram. Kalau harga kopi Rp 30 ribu ke bawah per kilogram, para petani tidak semangat atau bisa dianggap murah,” kata Maulana, Senin, 21 Desember 2020 kemarin. []

Loading...