Terkena jerat listrik babi di kaki

Petani Cabai Ditetapkan Tersangka Kematian Gajah

·
Petani Cabai Ditetapkan Tersangka Kematian Gajah
Konferensi pers di Mapolres Pidie, Selasa, 29 September 2020 terkait penetapan tersangka kasus kematian gajah jantan liar karena terkena jerat listrik beberapa waktu lalu. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Bustami Abdurrahman, 33 tahun, petani cabai di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie, ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian gajah jantan liar karena terkena jerat listrik babi beberapa waktu lalu. Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian, dalam konferensi pers di Mapolres Pidie, Selasa, 29 September 2020, mengatakan berdasarkan hasil olah TKP dan menurut keterangan saksi-saksi, gajah liar tersebut mati karena terkena sengatan jerat listrik yang dipasang tersangka di kebunnya.

“Atas perbuatannya itu, Bustami terancam lima tahun penjara. Ia dipersangkakan dengan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya,” kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, Selasa, 29 September 2020.

Selain Bustami, kata AKBP Zulhir Destrian lagi, terdapat dua tersangka lainnya dalam kasus ini, yang berinisial M dan D. Keduanya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Menurut keterangan dari Bustami, dua tersangka lain itu terlibat dalam pemasangan kawat listrik di kebunnya. Kita tidak menginginkan kasus seperti ini terulang lagi di Pidie. Banyak cara lain yang bisa dilakukan dalam mengatasi konflik gajah dengan manusia,” kata AKBP Zulhir Destrian.

Polres Pidie mengamankan barang bukti berupa satu unit papan bertuliskan kawasan kawat telanjang, stok kontak warna putih serta satu colokan listrik, kawat SR yang sudah dipasangi lampu merah, dan dua gading gajah berukuran masing-masing 94 sentimeter dan 89 sentimeter.

Baca juga:

Sementara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Irianto, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, mengatakan sepanjang tahun 2020 terdapat dua kasus gajah mati yang terkena jerat listrik di Aceh. Kasus pertama, kata dia, terjadi di Aceh Jaya pada awal tahun 2020. “Di sana jumlah gajah mati sebanyak lima ekor. Sementara, kasus kedua terjadi di Pidie, yang mengakibatkan seekor gajah jantan mati. Saya menghimbau pada warga agar tidak memakai jerat listrik di kebun, karena dapat mengakibatkan ancaman terhadap satwa liar yang dilindungi dan juga dapat mengancam manusia,” kata Agus Irianto.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kombes pol Dr Kasmen ME dari Baintelkam Mabes Polri, Agus Arianto, Kepala BKSDA Aceh; Kamarudzaman, Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh; Tutia Rahmi, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada BKSDA Aceh, Krismangko Padang dan M. Irfan Andriansyah dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Diberitakan sebelumnya, gajah liar yang mati  di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie, Rabu, 9 September 2020, sekitar pukul 10.50 WIB diperkirakan berumur 30 tahun. "Gajah itu mati karena kena jeratan listrik di kakinya," kata Kautsar, Koordinator Conservation Response Unit (CRU) Mila, Rabu, 9 September 2020. []

Loading...