Banner Stunting
Klik Tambang

Ekonomi

Persentase Belanja Modal Pemkab Pidie Terendah di Aceh

·
Persentase Belanja Modal Pemkab Pidie Terendah di Aceh
Sidang Paripurna Pembukaan Pembahasan R-APBK Pidie 2019, Kamis, 13 Desember 2018, di gedung DPRK setempat. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Persentase belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie merupakan yang terendah di Aceh. Pada 2017, Pemkab Pidie mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 345,94 miliar. Pada 2018, alokasi belanja modal turun menjadi Rp 289,46 miliar.

Dikutip dari Qanun Kabupaten Pidie Nomor 1 tahun 2019 tentang APBK Pidie tahun anggaran 2019, alokasi belanja modal Pemkab Pidie tahun anggaran 2019 Rp 318.667.932.225.

Hal ini cukup memprihatinkan, karena kurangnya ruang belanja modal akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, dalam Statistik Keuangan Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Aceh2017-2018 yang diterbitkan pada Juni 2019 mencatat, persentase belanja modal Pemerintah Kabupaten Pidie adalah yang terendah di Aceh, yaitu berjumlah 15,34 persen tahun 2017 dan turun menjadi 13,14 persen di tahun 2018. Sedangkan untuk kota di Aceh, belanja modal Kota Sabang merupakan yang terendah, yaitu 16,07 persen pada tahun 2017 dan 27,05 persen pada tahun 2018.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud ST pada sinarpidie.co, tatkala dimintai tanggapannya tentang hal tersebut mengatakan, pihaknya akan mempelajari data tersebut terlebih dahulu.

 “Kemudian, pada 2018, dalam APBK yang bersumber dari dana perimbangan, untuk Otsus pada 2018 dikelola di provinsi. Selanjutnya, data resmi di provinsi, kabupaten dengan ruang fiskal paling rendah di Aceh adalah Pidie. Oleh sebab itu, jika ruang fiskal rendah, maka kemampuan anggaran yang sekarang ada sudah pasti berakibat pada rendahnya belanja modal,” kata Fadhlullah TM Daud ST melalui telepon selular, Senin, 8 Juli 2019.

Kata dia lagi, pihaknya akan memaksimalkan pengalokasian belanja modal, sebab pengeluaran yang digunakan untuk pembelian, pengadaan, dan pembangunan aset tetap berwujud, kata Fadhlullah TM Daud ST, nilai manfaatnya dapat berperan besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat

“Salah satu belanja modal semisal infrastruktur. Masyarakat masih sangat membutuhkan. Sebagai contoh, jumlah anggaran yang kita butuhkan untuk membangun dan memastikan bahwa semua jalan di Pidie dalam kondisi yang prima dapat terpenuhi,” kata dia lagi. []

Komentar

Loading...