Pernak-Pernik Festival Kuliner di Pidie

·
Pernak-Pernik Festival Kuliner di Pidie
Panganan apam yang telah dihidangkan dengan sedemikian rupa. (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

sinarpidie.co--Nurlatifah, 58 tahun, warga Gampong  Pulo Mesjid, Kecamatan Tangse, tengah menyiapkan adonan apam dengan beberapa varian rasa sekaligus: rasa nangka, rasa buah naga, dan rasa pandan.

"Untuk menambah warna pada apam, serta memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar tempat tinggal kami di Tangse, " kata Nurlatifah pada sinarpidie.co.

Sementara Nurlatifah beserta beberapa perempuan sebayanya tengah memasak apam, Hj Elvira, 36 tahun, warga Gampong Keude Tangse, Kecamatan Tangse, dan beberapa rekannya, membulat-bulatkan kelapa parut yang akan dimasak dengan gula merah dan dibubuhi nangka.

Ada pula beberapa yang menyiapkan kuah santan.

"Selain dimakan dengan kuah santan, apam juga enak dimakan dengan kelapa,” kata dia HJ Elvira.

Sejumlah perempuan paruh baya menata apam yang telah masak ke dalam bakul. Sedangkan kuah santan dituangkan ke dalam periuk yang terbuat dari tanah liat.

Penyajiannya pun sangat unik. Pelepah daun pinang digunakan sebagai alas pada wadah untuk menyantap apam. 

Perhelatan khanduri apam atau Pidie Apam Fair yang digelar di Alun-Alun Kota Sigli, Minggu, 29 April 2018, berlangsung semarak.

Dalam laporan Ketua Panitia Yusrawati SE mengatakan, kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Pidie sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya memasak apam yang mulai luntur di kalangan generasi muda di Pidie.

"Jadi pembelajaran bagi generasi muda untuk untuk melestarikan budaya," katanya.

Di samping itu, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Bupati Pidie Muhammad Fadil mengatakan, even tersebut merupakan salah satu program TP- PKK Kabupaten Pidie.

“Ini adalah budaya Pidie pada bulan Rajab dalam tahun Hijriah, khanduri Apam ini bertujuan untuk mempersatukan dan mempererat silaturahim antar warga gampong awalnya. Lalu kemudian muncul gagasan bahwa, tradisi ini perlu dilestarikan dan dikembangkan sehingga masyarakat Pidie dapat terus mempertahankan nilai budayanya,” kata dia dalam siaran pers yang diterima sinarpidie.co, Sabtu, 28 April 2018.

Perlombaan memasak apam diikuti oleh tiap kecamatan dan beberapa komunitas yang ada di Pidie.

Berbagai macam cara penyajian dan cara pengolahan, baik yang memakai bahan-bahan tambahan maupun resep original, ditampilkan oleh masing-masing peserta tiap kecamatan. []

Loading...