Perbedaan Antara Cara Pemkab Pidie Tangani Jalan Kunyet dan Jalan di Pedalaman Tangse

·
Perbedaan Antara Cara Pemkab Pidie Tangani Jalan Kunyet dan Jalan di Pedalaman Tangse
Pekerjaan pengerasan dan pemadatan jalan sekitar 800 meter di Kemukiman Kunyet menghabiskan sekitar 45 truk pasir. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co — Puluhan warga yang berasal dari 14 gampong di Kemukiman Kunyet, Padang Tiji, Pidie, menggelar rapat di Balai Masjid Baitil Atiq, yang terletak Gampong Masjid Kunyet, Rabu, 31 Maret 2021 malam. Keputusan rapat tingkat kemukiman itu bulat: warga akan menggalang donasi dan bergotong-royong untuk memperbaiki jalan Padang Tiji-Kunyet pada Kamis, 1 April 2021 keesokan harinya.

Warga Gampong Baro Kunyet, M Nur Alibasyah, 75 tahun, mengatakan keputusan memperbaiki jalan rusak parah di Kunyet dengan menggalang donasi dan bergotong royong merupakan bentuk protes dari warga terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.

“Sudah berapa kali warga Kunyet menyampaikan permintaan agar jalan di Kunyet diperbaiki, tetapi hingga kini belum ditangani oleh pemerintah. Kemarin, pada saat warga berinisiatif untuk memperbaiki sendiri jalan tersebut, baru kemudian datang pemerintah untuk membantu,” kata pria yang akrab disapa Ustad Nu, Jumat, 2 Maret 2021. “Mungkin mereka sekadar numpang nama.”

Keuchik Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Ramli Husen, mengatakan sebelum alat berat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie tiba di lokasi, sekitar 200-an warga telah bergotong-royong untuk memperbaiki jalan rusak.

Hari itu, kata Ramli Husen, warga sudah sepakat untuk memperbaiki jalan rusak secara gotong-royong tanpa meminta bantuan dari pemerintah. “Tapi kemudian kami tidak mungkin menolak, karena mereka (pemerintah) sudah mau membantu. Namun, pada dasarnya ini merupakan inisiatif warga Kunyet,” kata Ramli Husen. “Kalau inisiatif pemerintah ya anggarkan uang untuk jalan kami.”

Baca juga:

Salah seorang perangkat Gampong Kambuk Paya Pie, Nazaruddin, 43 tahun, mengatakan warga semula berencana memperbaiki jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun tersebut dengan menggunakan alat seadanya, seperti cangkul dan gerobak sorong.

Selain itu, kata Nazarudin, pihaknya membuka donasi untuk pembangunan jalan tersebut. Uang yang terkumpul tersebut digunakan untuk membayar segala kebutuhan kerja gotong-royong. “Salah seorang pejabat dari Dinas PUPR Pidie meminta kami untuk tidak meminta-minta donasi. Warga menjawab, ‘Kalau Anda melarang-larang kami, lebih baik Anda pulang saja, bawa pulang sekalian alat-alat beratnya,’” kata Nazarudin.

Plt Dinas Kepala Dinas PUPR Pidie, Buchari AP, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ali Basyah, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit alat berat pada Dinas PUPR Pidie.

“Alat berat compactor, eksavator dan grader. Kami mulai bekerja sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Kemudian pada malam hari dilanjutkan lagi bekerja sampai pukul 21.00 WIB,” kata Ali Basyah, Jumat, 2 April 2021.

Kata Ali Basyah, Dinas PU PR Pidie membiayai pengadaan material pasir untuk 500 meter jalan yang rusak. Sementara, untuk 500 meter sisanya, dibiayai oleh kontraktor jalan tol.  

Imum Mukim Kunyet, Khalidin, mengatakan gotong royong tersebut dilakukan dalam satu hari. “Pekerjaan pengerasan dan pemadatan jalan sekitar 800 meter menghabiskan sekitar 45 truk pasir, yang dibantu Pemkab Pidie dan kontraktor jalan tol. Dengan selesainya pengerasan dan pemadatan jalan, donasi yang telah dibuka sudah ditutup,” kata Khalidin, Kamis, 1 Maret 2021 malam.

Total panjang ruas Jalan Padang Tiji-Kunyet adalah 7,5 kilometer, yang terbentang dari Gampong Geulidieng hingga Gampong Seunadeue, Kemukiman Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Dari total panjang jalan 7,5 kilometer, kondisi 2,9 kilometer jalan di antaranya rusak parah.

Tahun 2020 lalu, melalui APBK Pidie Perubahan, Pemkab Pidie menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk peningkatan jalan yang merupakan bagian dari jalan kabupaten jaringan jalan kolektor primer empat tersebut. Namun proyek peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer tahun lalu tersebut gagal terealisasi. Tahun ini, dalam APBK Pidie 2021, peningkatan jalan Padang Tiji-Kunyet nihil.

Ironisnya, dari Rp 12,4 miliar total anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang infrastruktur regular sub-bidang jalan tahun ini untuk Pidie, Rp 10,6 miliar di antaranya hanya tersedot untuk peningkatan jalan di Tangse. Kedua ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Beungga - Alue Calong dengan pagu anggaran Rp 2,9 miliar, dan ruas jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa dengan pagu anggaran Rp 7,6 miliar. []

Koreksi: Rp 12,4 miliar DAK Fisik bidang infrastruktur regular sub-bidang jalan terbagi dalam peningkatan struktur jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa, Kecamatan Tangse, senilai Rp 7,6 M dan peningkatan struktur jalan Gampong Are Kecamatan Delima - Sanggeue Kecamatan Pidie senilai Rp 4,3 M. Selanjutnya,  DAK fisik penugasan sub-bidang jalan Rp 8,7 M: peningkatan struktur jalan Beungga - Alue Calong Kecamatan Tangse senilai Rp 2,9 M dan peningkatan struktur jalan Lambaro Sukon - Mesjid Kecamatan Glumpang Tiga senilai Rp 5,4 M. Koreksi dilakukan Senin, 5 April 2021 pukul 15.45 WIB.

Loading...