Per 17 Mei 2021, 33 Kasus Kebakaran Terjadi di Pidie

Per 17 Mei 2021, 33 Kasus Kebakaran Terjadi di Pidie
Sejak Januari 2021 hingga Senin, 17 Mei 2021, BPBD Pidie mencatat telah terjadi 33 kasus kebakaran di Pidie.

sinarpidie.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mencatat 124 kasus kebakaran terjadi Kabupaten Pidie sepanjang 2020 lalu. Kecamatan Pidie menduduki jumlah kasus kebakaran tertinggi pada 2020, yakni 18 kasus. Disusul Kecamatan Kota Sigli 12 kasus dan Kecamatan Peukan Baro 12 kasus, serta Kecamatan Mutiara Timur 11 kasus. Rata-rata, kasus kebakaran di kecamatan lainnya di Pidie tercatat di bawah 10 kasus. Sementara, di Kecamatan Geumpang, Mila, Mane, dan Mutiara, nihil kasus kebakaran pada 2020.

Lalu, sejak Januari 2021 hingga Senin, 17 Mei 2021, BPBD Pidie mencatat telah terjadi 33 kasus kebakaran di Pidie. Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan dan Damkar pada BPBD Pidie, Mukhlis SSos, mengatakan faktor utama penyebab terjadinya kebakaran karena korsleting listrik atau hubungan arus pendek listrik. "Kebakaran di kandang ternak dan perdu bambu umumnya disebabkan kelalaian saat membakar sampah," katanya, Selasa, 18 Mei 2021.

Baca juga:

Saat ini, BPBD Pidie memiliki 14 armada pemadam kebakaran, di mana lima di antaranya sudah tidak bisa dioperasikan lagi. "Armada yang masih beroperasi tersebar di Tangse, Beureunun, Sakti dan Padang Tiji, masing-masing ada 1 unit. Di pos induk Kota Sigli, ada 2 mobil pemadam, 1 mobil double kabin, dan 2 mobil pengangkut air," katanya, " petugas di lapangan ada 87 orang, 85 orang tenaga kontrak dan dua orang PNS."

Katanya, tahun ini pihaknya akan mengajukan penghapusan aset 5 unit armada pemadam kebakaran yang sudah tidak bisa dioperasikan tersebut. "Biaya untuk memperbaiki 5 armada tersebut lebih tinggi daripada membeli armada yang baru," tutupnya. []

Loading...