Penyusunan Raqan Panglima Laot Pidie pada 2020 tak Dianggarkan

·
Penyusunan Raqan Panglima Laot Pidie pada 2020 tak Dianggarkan
Kapal-kapal nelayan di Gampong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Dok. sinarpidie. co.

sinarpidie.co—Anggaran untuk penyusunan rancangan qanun (Raqan) tentang Panglima Laot Pidie dipastikan nihil pada 2020 mendatang, sehingga Raqan tersebut dipastikan tidak akan masuk ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2020. Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Pidie, Abdul Hadi Zakaria, pada sinarpidie.co mengatakan, rencana pagu anggaran untuk MAA telah final untuk tahun anggaran 2020.

“Dan tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut walau sudah kita usul. Tidak dimasukkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK-red),” kata Abdul Hadi Zakaria, Senin, 9 Desember 2019.

Padahal, kata Abdul Hadi Zakaria, anggaran yang dibutuhkan untuk menggodok raqan tersebut tak mencapai Rp 100 juta. “Untuk penyusunan draft qanun. Kemudian, kajian akademik dan seminar karya,” kata dia.

Baca juga:

Ditanyai sinarpidie.co, draft Raqan tentang Panglima Laot pernah diseminarkan pada 30 Desember 2015, ia menjawab, “Raqan tersebut tidak ditindaklanjuti. Jadi mati langkah. Dan tidak ada serah terima dari Ketua MAA Pidie sebelumnya kepada saya. Yang memfasilitasi  penyusunan Raqan tersebut dulu MAA, JKMA, dan Panglima Laot.”

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Ir Tarmizi mengatakan, penyusunan draft raqan tentang Panglima Laot merupakan ranah MAA Pidie. “Kewenangannya di MAA. Qanun tersebut sangat dibutuhkan dan harus ada komunikasi ke atas. Harus diusul. Kita akan membantu secara teknis,” kata dia, Senin, 9 Desember 2019 pada sinarpidie.co.

Komentar

Loading...