Penyidik Kejaksaan Negeri Pijay Usut Dugaan Korupsi BOK DKKB Pijay 2019

·
Penyidik Kejaksaan Negeri Pijay Usut Dugaan Korupsi BOK DKKB Pijay 2019
Gedung kantor DKKB Pijay. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co -  30 pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan dan KB (DKKB) dan Pukesmas Pidie Jaya telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2019.

Kepala Kejari Pidie Jaya, Mukhzan SH MH, melalui Kasi Pidsus Andri Herdiansyah SH MH, yang dikonfirmasi sinarpidie.co Kamis, 18 November 2021, mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi BOK pada Dinkes Pidie Jaya tahun 2019 sudah telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. "Proses penyidikanan kasus ini sudah dimulai sejak bulan September lalu. Memang ada indikasi beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan juknis, termasuk ada yang fiktif," kata Kasi Pidsus Kejari Pidie Jaya, Andri Herdiansyah SH MH.

Dijelaskan Andri, pihaknya sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di Pidie Jaya terlebih dahulu.Yang sekarang di luar daerah, berinisial M, tetap kita panggil," tuturnya.

BOK dan Dana Non Kapitasi DKKB Pijay

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik untuk mendukung operasional puskesmas dalam mencapai program kesehatan prioritas nasional di bidang kesehatan, khususnya kegiatan promotif dan preventif.

Pagu BOK untuk Pemkab Pidie Jaya pada 2019 adalah Rp 9.138.230.000, dan terealisasi Rp 8.740.632.060 atau 95,65 persen. Pada tahun itu, DKKB Pidie Jaya menganggarkan penerimaan dari retribusi pelayanan kesehatan sebesar Rp3.404.796.900, tapi yang terealisasi Rp 1.154.248.977. Retribusi  Pelayanan Kesehatan (JKN), yang ditargetkan  Rp 3.242.796.900, terealisasi Rp 1.138.303.977.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, sebagaimana termaktub di dalam LHP LKPD Pemkab Pidie Jaya Tahun Anggaran 2019, selama tahun 2019, DKKB  Pidie Jaya, melalui masing-masing FKTP (Puskesmas), telah mengajukan klaim atas Dana Non Kapitasi kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp 1.914.344.000 dengan jumlah klaim yang telah disetujui sebesar Rp 1.446.076.000.

Dari jumlah tagihan yang telah disetujui per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1.446.076.000, BPJS Kesehatan telah membayar sebesar Rp1.138.303.977 sehingga masih terdapat selisih kurang bayar sebesar Rp 307.772.023.

"Berdasarkan keterangan dari Bendahara JKN  DKKB jumlah tagihan yang belum terbayarkan tersebut merupakan gabungan antara klaim jasa pelayanan pada FKTP dengan klaim jasa persalinan pada Bidan Pembantu Swasta (BPS) yang pengajuannya melalui FKTP di mana mereka melakukan praktik," demikian bunyi LHP BPK atas LKPD Pemkab Pidie Jaya tahun 2019.

Tapi hasil pemeriksaan dengan penelusuran rekening JKN DKKB diketahui bahwa ternyata BPJS Kesehatan telah  mentransfer uang sebesar Rp 273.902.800, yang merupakan pembayaran klaim untuk masa pelayanan 2019 dan 2020.

"Bendahara JKN belum dapat memastikan dan memilah berapa  jumlah yang menjadi bagian dari jasa pelayanan 2019 dan 2020 dari jumlah uang masuk  tersebut. Selain itu, Bendahara JKN juga belum dapat menghitung secara pasti dari jumlah  klaim yang belum dibayar sebesar Rp307.772.023,00, berapa yang merupakan bagian murni FKTP dan BPS, karena pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan dilakukan oleh FKTP sedangkan feedback atas telaah hasil verifikasi dari BPJS Kesehatan diberikan kepada DKKB. Berdasarkan feedback  atas telaah  hasil verifikasi dari BPJS, Bendahara JKN membuat rekapitulasi klaim BPJS Kesehatan dengan menggabungkan tagihan milik FKTP dengan BPS. Sehingga belum dapat diketahui dengan pasti berapa jumlah klaim yang benar-benar menjadi hak DKKB. Dengan demikian, belum ada pengakuan piutang pada Laporan Keuangan untuk Piutang Jasa Pelayanan Kesehatan-Dana Non Kapitasi JKN pada DKKB. Atas permasalahan tersebut di atas BPK tidak bisa mengusulkan jurnal koreksi karena angka yang tersaji belum pasti," demikian bunyi hasil pemeriksaan BPK. []

Loading...