Penyaluran Pupuk Bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda oleh Distributor dan Pengecer di Aceh tidak Tertib

·
Penyaluran Pupuk Bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda oleh Distributor dan Pengecer di Aceh tidak Tertib
Kantor distributor pupuk Urea di Pidie dan Pidie Jaya, CV. Ingat Tani, di Jl. Banda Aceh-Medan Nomor 6 Bandar Dua, Pidie Jaya. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyaluran pupuk Urea bersubsidi tahun anggaran 2018 pada PT Pupuk Iskandar Muda di Aceh belum sesuai ketentuan. Selain Aceh, hal yang sama juga terungkap dalam hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu (DTT) BPK atas perhitungan subsidi pupuk dan penyaluran pupuk bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda tahun anggaran 2018 di Sumatera Utara, Jambi, dan DKI Jakarta.

“Seperti administrasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh distributor dan pengecer tidak tertib, petani penerima pupuk memiliki lahan lebih dari 2 hektare, distributor dan pengecer tidak memiliki persediaan stok pupuk, serta terdapat pupuk bersubsidi tahun anggaran 2018 yang belum disalurkan di tahun 2018. Akibatnya, penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari distributor dan pengecer tidak tepat sasaran serta potensi terhambatnya penyaluran pupuk karena distributor tidak memiliki persediaan pupuk,” demikian dikutip dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester I 2019 BPK.

Atas temuan tersebut, BPK telah merekomendasikan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda agar memerintahkan Direktur Pemasaran sampai dengan distributor untuk menaati kesepakatan perjanjian, dan memerintahkan pejabat terkait meningkatkan pengawasan kepada distributor dan pengecer atas penyaluran pupuk bersubsidi.

PT. Pupuk Indonesia (Persero), salah satu BUMN, diberi kewenangan untuk mengatur pembagian wilayah pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi antar produsen (anak perusahaan) sesuai dengan kemampuan produksi.

Dalam konteks Aceh dan Pidie khususnya, untuk Pupuk Urea, PT Pupuk Iskandar Muda adalah penanggungjawab pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Kemudian, PT Petrokimia Gresik adalah penanggungjawab pengadaan dan penyaluran pupuk SP-36 di seluruh Indonesia. Untuk pupuk ZA, pengadaan dan penyalurannya ke seluruh Indonesia, berada di bawah tanggungjawab PT Petrokimia Gresik.

Sementara itu, untuk pengadaan dan penyaluran pupuk NPK untuk seluruh Indonesia, berada di bawah tanggung jawab: PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Petrokimia Gresik.

Baca juga:

Terakhir, pengadaan dan penyaluran pupuk organik ke seluruh kabupaten/kota di Aceh berada di bawah tanggung jawab PT. Pupuk Iskandar Muda.

Untuk diketahui, alokasi pupuk subsidi Pidie tahun 2019: Urea 6.800 ton, SP36 1.700 ton, ZA 950 ton, NPK 3.500 ton, dan Organik 600 ton. []

Komentar

Loading...