Penularan Covid-19 di Pidie Masuk Kategori Transmisi Komunitas

·
Penularan Covid-19 di Pidie Masuk Kategori Transmisi Komunitas
Posko Covid-19 Pidie di dalam Kompleks Dinas Kesehatan Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co-100 warga di Pidie tercatat telah terkonfirmasi positif Covid-19 per Kamis, 17 September 2020. Dari 100 warga tersebut, 51 di antaranya dinyatakan pulang sembuh, 13 meninggal dunia, 19 orang dirawat dan 17 warga sedang menjalani isolasi mandiri.

Kecamatan, berdasarkan laporan 26 Puskesmas di Pidie, dengan angka kasus tertinggi adalah Kecamatan Pidie dengan 24 kasus, dan Kota Sigli 16 kasus. Lalu Batee, Indra Jaya dan Mutiara Barat masing masing melaporkan lima kasus;  Mutiara, Titeu dan Keumbang Tanjong masing-masing empat kasus; Glumpang Tiga, Glumpang Baro, Tangse, dan Simpang Tiga masing-masing tiga kasus, Teupin Raya, Sakti, Mila, Grong-Grong dan Muara Tiga masing-masing dua kasus. Terakhir, Geumpang, Keumala, Delima, Reube, dan Peukan Baro masing-masing satu kasus.

Dari 26 Pukesmas yang ada di Pidie, hanya tiga Pukesmas yang hingga saat ini belum melaporkan kasus Covid-19 di wilayah kerja mereka, yaitu Pukesmas Mane, Pukesmas Ujong Rimba dan Pukesmas Tiro/Truseb.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Efendi SSos MKes, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Turno Junaidi MKM, mengatakan penularan Covid-19 di Pidie hingga minggu kedua September 2020 telah masuk ke dalam kategori transmisi komunitas. “Kita sudah di atas klaster,” katanya, Jumat, 18 September 2020.

Perbup penerapan disiplin protokol kesehatan

Bupati Pidie Roni Ahmad menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Pidie Nomor 41 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Pidie pada 9 September 2020 atau 10 hari yang lalu.

Kepala Satpol PP dan WH Pidie, Iskandar Abbas, mengatakan implementasi penerapan Perbup Nomor 41 tahun 2020 ini sejauh ini masih dalam tahapan sosialisasi dan belum mengarah pada pemberian sanksi administrasi.

“Sanksi sosial sudah diberikan bagi warga yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Jenis sanksi sosial yang diberikan untuk pelanggar berupa permbersihan tempat ibadah, sanksi lain belum diterapkan,” kata Iskandar, Jumat, 18 September 2020. “Warga sudah mulai ramai yang memakai masker saat keluar dari rumah setelah beberapa kali dilakukan sosialisasi. Namun, penerapan protokol kesehatan di warung kopi sedikit susah diterapkan karena kebiasan warga yang suka minum kopi di warung. Mereka masih belum mematuhi protokol kesehatan,” kata Iskandar.

Sementara, Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian, melalui Kabag Ops Polres Pidie, AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi penerapan disiplin protokol kesehatan jauh-jauh hari sebelum Perbup tersebut diterbitkan. Kata AKP Wahyudi lagi, pihaknya sedikitnya telah tiga kali menggelar razia masker di beberapa titik di Pidie. “Mereka yang melanggar, sejauh ini hanya diberikan sanksi sosial seperti harus membersihkan fasilitas umum,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab yang keluar pada Kamis, 10 September 2020 lalu. “Hasil swab kedua Pak Wabup negatif. Beliau sudah sembuh,” kata Direktur RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, dr Muhammad Yassir Sp An, Jumat, 18 September 2020. []

Reporter: Candra Saymima dan Diky Zulkarnen

Loading...