Penjemur Ikan Teri di tengah Hasil Tangkapan Nelayan yang Menyusut

·
Penjemur Ikan Teri di tengah Hasil Tangkapan Nelayan yang Menyusut
Muhammad Ali, 70 tahun, warga Gampong Geunteng Timur, Kecamatan Batee, Pidie, membalikkan ikan teri yang dia jemur di atas jaget, Sabtu, 5 September 2020 pagi.

sinarpidie.co- Muhammad Ali, 70 tahun, warga Gampong Geunteng Timur, Kecamatan Batee, Pidie, membalikkan ikan teri yang dia jemur di atas jaget, sebuah wadah yang digunakan untuk menjemur ikan teri yang bentuknya semacam jaring dengan lubang kecil, di taman di depan BRI lama, di Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Sabtu, 5 September 2020 pagi. “Ikan tersebut harus dibalik-balik hingga tiga kali, biar cepat kering,” kata Muhammad Ali.” Sore jam tiga sudah kering. Paling telat jam empat. Tergantung matahari.”

Setiap harinya, pria lanjut usia ini meninggalkan rumahnya di Gampong Geunteng TImur pada pukul 06.00 WIB menggunakan RBT menuju Pasar Grong-Grong dengan ongkos Rp 7 ribu. Sesampai di Grong-Grong, Ali melanjutkan perjalanan ke Kota Sigli menggunakan angkutan umum Labi-Labi dengan ongkos Rp 5 ribu. Sesampainya di Terminal Labi-Labi Kota Sigli, ia berjalan kaki ke pasar Terpadu Pante Teungoh Kota Sigli.

Ali membeli ikan teri di pasar tersebut seharga Rp 30 ribu per kilogram. “Harganya sudah dua bulan ini mahal. Biasanya harga teri Rp 15 ribu per kilogram,” katanya.

Setelah dijemur, ikan teri tersebut kemudian dia jual di Pasar Grong-Grong pada sore hari. "Sore saya jual di Grong-Grong Rp 80 sampai 90 ribu per kilogramnya,” sebutnya.

Muhammad Ali telah menggeluti profesi ini selama 20 tahun. Kata dia, dalam beberapa pekan terakhir, hasil tangkapan nelayan menyusut sehingga "ikan teri langka”.

“Hari ini cuma delapan kilogram saya jemur. Kalau ikan teri banyak, biasa saya jemur 10 kilogram sehari,” katanya. "Dari delapan kilogram ini, jika sudah kering, beratnya akan menyusut menjadi 6 atau 7 kilogram.”

Di Pasar Terpadu Pante Teungoh Kota Sigli, harga ikan teri Aceh (teri kering) atau ikan kareng dijual Rp 100 ribu per kilogram. Biasanya, harga ikan ini Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan harga ikan ini cukup tinggi dalam dua bulan terakhir, yakni 150 persen atau naik 1 hingga 2 kali lipat dari harga normal.

Salah seorang pedagang ikan asin dan ikan kering di pasar terpadu Pante Teungoh Kota Sigli, Saiful Bahri, 25 tahun, melayani pembeli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

Salah seorang pedagang ikan asin dan ikan kering di pasar terpadu Pante Teungoh Kota Sigli, Saiful Bahri, 25 tahun, warga Gampong Keutapang Sanggeu, Kecamatan Pidie, Pidie, mengatakan kenaikan harga ikan teri Aceh ini dikarenakan sedikitnya hasil tangkapan nelayan. "Sangat sedikit tangkapan ikan teri oleh nelayan dalam dua bulan belakangan ini karena cuaca buruk dan terang bulan,” kata Saiful, Sabtu, 5 September 2020 kemarin.

Selain harga ikan teri, harga ikan asin dan ikan kering lainnya juga mengalami kenaikan antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram dari harga normal. []

Loading...