Penjala Ikan di Musim Banjir

·
Penjala Ikan di Musim Banjir
Amri Jafar, 40 tahun, warga Gampong Cot Geulumpang Utue, Kecamatan Pidie, menjala ikan di sawah-sawah yang direndam banjir. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Hujan yang terus mengguyur Pidie dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan aliran Krueng Reubee yang melingkupi Mila, Delima, Grong-Grong dan Pidie dan Krueng Batee yang melingkupi Batee dan Padang Tiji, meluap. Tak sedikit tambak ikan, sawah, dan kebun warga di sepanjang aliran sungai tersebut digenangi air. Namun bagi Amri Jafar, 40 tahun, warga Gampong Cot Geulumpang Utue, Kecamatan Pidie, luapan sungai ini menjadi berkah tersendiri.

Ayah tiga anak ini membentangkan jala di sawah-sawah yang telah terendam air dan tidak ditanami padi di Gampong Dayah Tuha, Kecamatan Batee, Minggu, 6 Desember 2020 siang. "Ada dua jaring sepanjang 50 meter yang saya gunakan. Masing-masing ukuran dua inci dan satu setengah inci," katanya, Minggu, 6 Desember 2020.

Amri mulai menjaring ikan di sawah pada siang hari setelah dia menyelesaikan pekerjaan yang sehari-hari dilakoninya: pemulung. "Kalau musim banjir begini, setengah hari saya menjaring ikan," sebutnya.

Adapun ikan-ikan yang terjaring pada jaring Amri, antara lain ikan mujair, ikan bulan, dan ikan bandeng, ikan nila, gabus, dan ikan kadra. "Tak jarang pula ular sawah dan ular tikus ikut terjaring," ujarnya lagi.

Ikan-ikan hasil tangkapannya itu sebagian akan dijual dan sebagiannya dikonsumsi untuk rumah tangganya sendiri. "Tergantung banyak atau tidaknya tangkapan ikan," tutur Amri. []

Loading...