Pengusaha Lemari Stainless: Tidak Ada Rak dan Lemari di atas Rp 10 juta

·
Pengusaha Lemari Stainless: Tidak Ada Rak dan Lemari di atas Rp 10 juta
Bengkel lemari dan rak Toko Rapi, di Pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Sejumlah lemari dan rak stainless yang diadakan di RSUD Teungku Chik Di Tiro pada 2019 tidak hanya ditempah di bengkel lemari dan rak Adex's Aluminium, yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan Nomor 16 Grong-Grong.

Mukrizal, pemilik Adex's Aluminium, memberikan pekerjaan-pekerjaan tersebut pada sejumlah bengkel las lemari dan rak lainnya yang tersebar di Pidie. Lemari plato magnetic stainless steel, beserta aksesoris 230 pcs di dalamnya, ditempah di bengkel Sinar Bulan, yang beralamat di Gampong Seupeng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie.

"Saat itu, Bang Adek (Mukrizal-red) yang suruh buat lemari stainless tersebut pada kami,” kata salah seorang pekerja di Bengkel Sinar Bulan yang identitasnya enggan dituliskan. "Setahu saya, Bang Adek membuat sejumlah lemari steinless rumah sakit tidak di satu tempat. Bang Adek membuatnya di beberapa tempat agar lemari-lemari dan rak-rak itu bisa selesai tepat waktu.”

Ia menolak memberikan informasi berapa Mukrizal membayar lemari plato magnetic stainless steel pada bengkel Sinar Bulan. "Tanya ke toke saja," katanya.

Harga lemari plato magnetic stainless steel, beserta aksesoris 230 pcs, berdasarkan harga yang dibayar RSUD Teungku Chik di Tiro adalah Rp 48.300.000.

Muksal, salah seorang tukang tempah lemari di Toko Rapi, di Pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, mengatakan harga satu unit lemari tiga pintu dengan ukuran 2 x 1,40 meter  berbahan stainless dan kaca Rp 3,5 juta. "Jika pun kita pakai bahan aluminium paling bagus, harganya paling tinggi Rp 7 juta per unit untuk lemari tiga pintu yang berukuran 2 x 2 meter," kata Muksal, Jumat, 4 Desember 2020.

Hal senada disampaikan Yunus, 20 tahun, warga Gampong Keutapang Are, pekerja di bengkel lemari dan rak Sinar Baru jalan B. Aceh - Medan Nomor 2 Simpang Empat Keunire .

“2 x 2 meter seperti gambar ini harganya Rp 3,5 juta,” kata Yunus, menunjuk foto lemari kaca pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli yang harganya Rp 46 juta. “Saya paling mahal pernah membuat rak Rp 7,5 juta dengan ukuran  4x 4 meter. Kalau puluhan juta harga untuk satu rak, itu tidak masuk dalam ilmu akal sehat. Kami sesama pekerja dan pemilik aluminium saling kenal. Boleh tanya se-Kabupaten Pidie, ada tidak rak dan lemari dengan harga di atas Rp 10 juta.”

Lemari-lamari dan rak-rak di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli yang diadakan pada tahun anggaran 2019 dan telah dibayar pada tahun anggaran 2020 ini cukup mahal dan kuat dugaan dimark-up, seperti lemari steril stainless Rp 105.000.000, lemari steril stainless senilai Rp 48.500.000, pengadaan rak kartu pasien Rp 40.480.000, pengadaan lemari HPL double door OKT Rp 46.819.000, pengadaan box freezer, febrilator chiller dan blender Rp 46.345.000, dan pengadaan lemari kaca Rp 44.800.000.

Baca juga:

Mukrizal, pemilik Adex's Aluminium yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan Nomor 16 Grong-Grong,  menerima pesanan pembuatan rak dan lemari dari Azhar SKM, Kasubag Umum pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli.

“Saya tidak ingat lagi berapa jumlah pastinya. Uangnya sudah dibayar langsung oleh Azhar,” kata Mukrizal, Kamis, 3 Desember 2020.

Azhar SKM melakukan tawar-menawar terkait harga per lemari. “Modal membeli material dibayar oleh Azhar. Kalau harga Rp 105 juta untuk satu lemari, itu tidak ada,” sebutnya lagi.

Namun, Mukrizal menolak memberikan informasi terkait harga lemari di RSUD Teungku Chik di Tiro yang dibayarkan Azhar SKM padanya. “Harganya standar dengan harga lemari dan rak stainless di pasaran di Pidie,” katanya. “Kami membuat lemari dan rak sesuai dengan yang dipesan oleh Azhar.”

Azhar SKM, Kasubag Umum pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, menolak untuk diwawancarai. “Jangan dengan saya. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab,” kata Azhar, Kamis, 3 Desember 2020 kemarin.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co ini bertentangan dengan keterangan yang diberikan M Nur SKM MKM, Wadir Umum pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, yang menyebutkan bahwa biaya pengadaan lemari-lemari tersebut dibebankan pada rekanan. “Modal untuk paket-paket tersebut rekanan yang tanggung. Rekanan bersedia menanggung biaya tersebut,” kata M Nur Kamis, 3 Desember 2020 kemarin.

Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi kas bon atau pinjaman kas ini.

“Kita meyakini para penyidik pasti sudah tahu itu. Kita berharap ini bisa diambil-alih dalam konteks kepastian hukum. Kalau kasus-kasus seperti ini dibiarkan, kita takutkan hal serupa akan terjadi di instansi-instansi lain,” kata Alfian, Kamis, 3 Desember 2020 kemarin. “Dalam hal ini, kepolisian ataupun kejaksaan bisa mengambil tindakan tegas.”

Di samping itu, MaTA, kata Alfian, meminta Bupati Pidie, Roni Ahmad, mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat memainkan harga fasilitas umum di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. “Salah satunya ya harus ada sanksi administrasi berupa dicopot dari jabatan dan tidak dinaikkan pangkat,” katanya lagi.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co, RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli telah membayar lemari-lemari yang sebelumnya terhutang tersebut. Dari total nilai hutang jangka pendek RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli per 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2019 senilai Rp 6,2 miliar, Rp 4.207.575.080 di antaranya telah dibayarkan tahun ini. []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Candra Saymima

Loading...