Pengurus PWI Pidie Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 41 juta, Mahasiswa Desak Aparat Penegak Hukum Ambil Tindakan

·
Pengurus PWI Pidie Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 41 juta, Mahasiswa Desak Aparat Penegak Hukum Ambil Tindakan
Sumber ilustrasi: harianmerapi.com.

sinarpidie.co-- Penggunaan dan pertangungjawaban dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie untuk operasional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pidie senilai Rp 41 juta diduga fiktif.

Salah seorang anggota PWI Pidie Firman Zubir mengatakan salah satu items penggunaan dan pertanggungjawaban yang diduga fiktif adalah pembayaran biaya rekening air bersih pada PDAM Tirta Mon Krueng Baro Pidie sebesar Rp 500 ribu per bulan untuk setahun. "Setahu saya untuk air itu sudah dicover," kata Firman, Kamis, 2 Januari 2020.

Direktur PDAM Drs Ridwan mengatakan PWI Pidie tidak membayar tagihan rekening air bersih pada 2019. “Slip rekening ada diminta walau tidak dibayar tagihan tersebut oleh mereka,” kata Drs Ridwan, Kamis, 2 Januari 2020.

Salah seorang anggota PWI Pidie lainnya Salman mengatakan anggaran untuk service komputer juga diduga fiktif. “Sepengetahuan saya, 4 set Rp 6 juta itu tidak ada,” kata Salman, Kamis, 2 Januari 2020. “Sejak uang tersebut cair tidak digelar rapat dan tidak terbuka.”

Anggota PWI Pidie yang juga menjabat sebagai anggota Divisi Advokasi PWI Pidie, Diky Zulkarnen, menyayangkan praktik yang dilakukan oleh oknum-oknum di dalam kepengurusan PWI Pidie tersebut. “Jangan cuma kritik dan sorot orang lain tapi diri sendiri tak boleh disorot. Itu mental orang sakit yang tidak cocok dengan semangat demokratisasi yang diusung oleh pers. PWI sebagai organisasi yang terhormat, wadah tempat para wartawan berhimpun dan mengembangkan diri, telah dirusak oleh oknum-oknum seperti ini,” kata dia.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Kabupaten Pidie, Mustafa SE MSi, menyebutkan dana hibah tersebut telah dicairkan dan LPJ penggunaan dana yang diduga fiktif tersebut pun telah diterima pihaknya. “Uang sudah cair. Untuk tanggal penarikannya kita cek lagi nanti,” kata Mustafa, Kamis, 2 Januari 2020 via telepon selular.

Desak aparat penegak hukum ambil tindakan

Ketua HMI Cabang Sigli Mahzal Abdullah meminta aparat penegak hukum mengusut dan menetapkan tersangka oknum-oknum yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Pemkab Pidie itu. "Contohnya dulu, wartawan abal-abal di Kembang Tanjong hanya ambil uang Rp 300 ribu dari keuchik ditangkap polisi tapi yang Rp 40 juta dibiarkan. Jika itu terjadi, kami akan menurunkan massa untuk melakukan aksi dalam waktu dekat," kata Mahzal.

Baca juga:

Hal senada juga dituturkan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar Unigha Muhammad Syauki. Kata dia, pihaknya akan melakukan kampanye isu dengan melibatkan seluruh jaringan pers kampus di Indonesia. “Untuk aksi, kita akan bergabung dengan barisan HMI untuk meminta aparat penegak hukum menindak oknum-oknum yang telah mengatasnamakan wartawan dengan cara-cara yang tidak patut. Untuk kampanye isu, akan kita lakukan dengan seluruh jaringan kita di kampus-kampus di Indonesia,” kata Syauki, Kamis, 2 Januari 2019. []

Loading...