Pengrajin Kopiah Meukeutop yang Bertangan Dingin

·
Pengrajin Kopiah Meukeutop yang Bertangan Dingin
Fitriani, 34 tahun, pengrajin pakaian adat dan souvenir khas Aceh. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Namanya Fitriani, 34 tahun. Perempuan asal Gampong Lampuenteut, Kecamatan Indrajaya, Pidie, ini, merupakan salah seorang pengrajin kopiah meukeutop, kopiah yang dikenakan dalam satu setelan dalam pakaian adat Aceh.

Tangan dinginnya sudah menghasilkan kopiah-kopiah meukeutop yang dikenakan sederet petinggi di Negara ini. Bahkan Joko Widodo. Presiden RI, pernah mengenakan kopiah yang dibuatkan oleh Fitriani pada saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, 17 Agustus 2018 lalu di Istana Merdeka, Jakarta. “Saya merasa senang karena kopiah hasil kerajinan tangan saya dipakai langsung oleh Presiden Jokowi,” kata Fitriani, Minggu, 1 Maret 2020.

Fitri menceritakan bagaimana awal mula ia mendapat pesanan untuk merancang pakaian adat Aceh dan kopiah meukeutop untuk presiden. Pesanan itu, katanya, datang dari pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Aceh. “Waktu untuk menyelesaikan pakaian Aceh dan kopiah meukutop untuk Presiden Jokowi selama dua minggu. Lingkar kepala presiden berukuran 63,” kata  Fitriani.

Pembuatan kopiah meukeutop paling banyak menyita waktunya. Ia juga harus benar-benar teliti dan fokus saat mengerjakan kopiah meukeutop. “Belum ada yang bisa meniru hasil kopiah meukeutop hingga menyerupai persis seperti yang saya produksi ini,” kata perempuan yang berprofesi sebagai guru SDN Beurabo, Padang Tiji, itu.

Selain kopiah meukeutop, ibu dua anak ini juga memproduksi berbagai jenis kopiah khas Pidie lainnya, seperti kopiah syam dan peci Aceh.

Kata Fitri, kopiah syam buatannya juga pernah dipakai oleh Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 lalu. “Selain itu, AHY juga pernah memakai peci Aceh buatan saya,” kata perempuan yang sudah memulai menggeluti pakaian adat Aceh sejak masa masih duduk di bangku SMA.

Di samping memproduksi pakaian adat Aceh, Fitriani juga memproduksi pelbagai produk kerajinan tangan khas Aceh, antara lain, kipas kasab motif cermin dan motif galang, kasab sarung bantal, sarung kursi, tempat tisu, ayu-ayu perlengkapan pelaminan, songket, baju pengantin, berbagai macam tas dan dompet, tudung saji, serta kasab hiasan dinding bermotif kaligrafi.

“Kipas ke Malaysia tiap tiga bulan sekali dipesan sebanyak 1000 unit,” kata alumni PAI AL Hilal Sigli, itu.

Dalam menjalankan usahanya, Fitriani dibantu oleh 50 karyawan. Fitri Souvenir, itulah nama usaha yang hingga kini masih beroperasi di rumahnya di Gampong Lampuenteut, Kecamatan Indrajaya, Pidie. “Saya juga dibantu suami saya, Hanafiah,” tutupnya. []

Loading...