Penggabungan MUQ dan SMP Unggul Pidie Jaya belum Miliki Payung Hukum

·
Penggabungan MUQ dan SMP Unggul Pidie Jaya belum Miliki Payung Hukum
Pada tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Otonomi Khusus (OTSUS) untuk pembangunan gedung SMP Unggul senilai Rp 6 miliar. Proyek ini dimenangkan PT Putra Nangroe Aceh dengan nilai kontrak Rp 5.950.803.000. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Meski berada dalam satu kompleks di Gampong Rungkom, Meureudu, penyelenggaraan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ulumul Qur'an atau SMP Unggul Pidie Jaya dan Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ) Pidie Jaya mempunyai dua manajemen yang berbeda.

SMP Ulumul Quran semula adalah SMP Unggul Pidie Jaya, yang terletak di Gampong Mesjid, Trienggadeng, yang pada 2019 direlokasi ke kompleks MUQ Pidie Jaya di Gampong Rungkom, Meureudu.

SMP Ulumul Quran berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, sedangkan MUQ berada di bawah pengawasan dan binaan Dinas Pendidikan Dayah Pidie Jaya.

"Padahal pada tahun 2019, kami merencanakan MUQ ini harus berdiri sendiri, baik di segi pendidikan formal maupun pendidikan terpadu non-formal, tapi mantan Kadis Pendidikan Pidie Jaya, Saiful MPd, berupaya menggabungkan SMP Unggul di Trienggadeng berada dalam satu Kompleks dengan MUQ, sehingga santri MUQ secara otomatis menjadi siswa SMP Unggul," kata salah satu pengurus MUQ, yang enggan identitasnya dituliskan, Kamis, 7 Januari 2021 kemarin. “Padahal siswa SMP Unggul di Tringgadeng pada 2019 hanya tersisa empat siswa. Mugkin karena SMP Unggul kekurangan siswa, Kadis Pendidikan berupaya merelokasi sekolah tersebut ke kompleks MUQ.”

Baca juga:

Kepala SMP Ulumul Quran, M Yusuf, mengatakan bahwa sejak SMP Unggul pindah ke Kompleks MUQ, jumlah siswa di sekolah tersebut tercatat 115 siswa. “Kelas dua sebanyak 11 siswa dan kelas tiga 12  siswa. Untuk siswa kelas satu memang saat itu didaftarkan langsung melalui MUQ,” katanya.

Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Makmur SPd, mengatakan pengelolaan SMP Ulumul Qur'an memiliki dua manajemen. “Sekolah formal dikelola oleh SMP Unggul, dan tahfiz Alquran dikelola oleh MUQ. Begitupun dengan pendanaan di dua lembaga pendidikan tersebut juga berasal dari sumber berbeda,” kata Makmur. “Siswa SMP Ulumul Quran yang masuk untuk belajar tahfiz Quran di MUQ secara otomatis menjadi siswa SMP Ulumul Quran.”

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie Jaya, Agussalim MPd, mengatakan untuk menyatukan dua manajemen sekolah ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan bupati atau Perbup.  "Untuk Perbubnya masih kami pelajari. Kami menginginkan kedua-duanya dapat berjalan maksimal tanpa ada salah paham atau miskomunikasi di kemudian hari dalam pelaksanaan," kata Agussalim. []

Loading...