Pengangkut Jerigen Bekas Cuci Darah Pasien

·
Pengangkut Jerigen Bekas Cuci Darah Pasien
Ambulans RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli yang diservice di bengkel di Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co — Andika, 26 tahun, warga Gampong Cot Paleue, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, merupakan salah seorang petugas cleaning service (CS) di Instalasi Hemodialisa (HD) RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli. Ini adalah tempat pasien pengidap penyakit ginjal menjalani terapi cuci darah. Andika baru setahun bekerja di instalasi ini. Sebelumnya, ia merupakan CS di instalasi rawat jalan.

Sejak bertugas di tempat tersebut, Andika diminta untuk menghitung jumlah jiregen bekas cuci darah pasien dan menyerahkannya pada penampung. “Lalu, saya menerima uang dari penampung jerigen tersebut. Rp 500 ribu sekali jual atau Rp 1 juta sekali jual. Uang tersebut dikelola oleh bendahara ruang HD,” kata Andika, Selasa, 15 Desember 2020. “Jiregen-jiregen tersebut ditampung oleh penampung di Beureunuen. Mereka ambil ke rumah sakit. Kami jual Rp 2.500 per jerigen.”

Penampung mengambil jiregen tersebut satu bulan sekali. “Saya dipanggil polisi sekali. Kepala HD, dr Iwan Taruna, juga dipanggil. Kemudian, polisi juga memanggil Azhar Kasubag Umum,” katanya.

Azhar Kasubag Umum, kata Andika, mengangkut jiregen bekas cuci darah pasien dengan mobil Toyota Rush. “Berbeda dengan kami di HD yang hasil penjualan jerigen digunakan untuk uang minum petugas dan dibukukan oleh Bendahara HD, jiregen-jiregen yang diangkut oleh Azhar Umum dia angkut sendiri. Saya tidak menerima uang dari dia, dan saya tidak tahu ke mana jiregen-jiregen tersebut dia bawa,” ungkapnya. “Ratusan jumlah jiregen yang diangkut Azhar Kasubag Umum.”

Baca juga:

Praktik penjualan jerigen bekas cuci darah pasien tersebut, kata Andika, telah dilakukan selama dua tahun. “Saya baru satu tahun diminta menghitung jerigen bekas, karena sebelumnya saya di Poli. Sekarang jiregen-jiregen tersebut tidak lagi dijual tapi digiling untuk dimusnahkan.”

Aki bekas ambulans

Salah seorang supir ambulans di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli, yang identitasnya enggan dituliskan, mengatakan satu unit baterai atau aki bekas ambulans kini telah disimpan di Ruang Kemotoran RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli. Semenjak ambulans-ambulans di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli diservice di bengkel di Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, baterai ambulans biasanya tak pernah ‘parkir’ di Ruang Kemotoran. “Tapi disimpan di bengkel dulu lalu baru dijual. Supir minta satu baterai tak boleh. Kami tak diperbolehkan memegang baterai tersebut oleh Azhar SKM,” kata sumber sinarpidie.co tersebut, Selasa, 15 Desember 2020.

Baca juga:

Azhar SKM, yang ditemui sinarpidie.co pada Kamis, 3 Desember 2020, di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli, membantah ia telah menjual jerigen bekas cuci darah pasien. “Ini banyak jerigen di sini. Mengapa saya dituduh menjual jerigen,” kata dia, saat sinarpidie.co berada 10 meter dari Ruang Gizi RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli.

Dihubungi sinarpidie.co, Selasa, 15 Desember 2020, Azhar tidak menjawab. Pesan yang dikirim pun belum ia tanggapi. Di samping itu, sinarpidie.co juga belum memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian.

Jabatan Azhar SKM melejit dari perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi Kasubag Umum RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli pada April 2018.[]

Loading...