Pengadaan Peralatan Pengujian Kualitas Air Rp 1,1 M Dipecah dalam 3 Paket

·
Pengadaan Peralatan Pengujian Kualitas Air Rp 1,1 M Dipecah dalam 3 Paket
Alat-alat dalam Lab DLH Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

Pengadaan alat laboratorium pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie tahun anggaran 2019 dipecah dalam 3 paket, yaitu pengadaan 50 jenis peralatan pengujian kadar limbah padat dan limbah cair Rp 752.439.500, timbangan Rp 70 juta, dan board AAS Rp 310.375.000. Tidak melalui e-catalog karena disebut-sebut tidak mencukupi anggaran.

sinarpidie.co--Pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Bidang Lingkungan Hidup yang diperoleh Pidie pada 2019 sebesar Rp 753.310.000. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 50 jenis peralatan laboratorium uji kualitas air: pengujian kadar limbah padat dan limbah cair.

Selain bersumber dari DAK, terdapat pula pengadaan peralatan pengujian kualitas air sebesar Rp 70 juta, yang sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Pemecahan paket untuk kegiatan yang sama tak hanya terjadi pada dua items paket tersebut, tapi juga terjadi pada pengadaan board AAS (PN: G8434-67875 AA Main Control PCA Spare) senilai Rp 310.375.000, yang juga merupakan bagian dari alat laboratorium hidro kimia tersebut. Dengan kata lain, total anggaran untuk pengadaan pengujian kualitas air pada tahun anggaran 2019 ialah Rp 1.133.685.000.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tiga pengadaan tersebut, yang juga Kepala Bidang Pemantauan dan Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Murdani, mengatakan pemecahan tiga paket kegiatan dengan jenis dan lokasi kegiatan yang sama karena untuk memenuhi seluruh kualifikasi alat-alat laboratorium uji kualitas air, pengadaan barang-barang tersebut tak bisa mengandalkan satu sumber dana.

“Tidak cukup uang di DAK kita minta di DAU. Yang bersumber dari DAU kita beli timbangan satu unit dan akrilik pemberitahuan darurat di laboratorium,” kata Murdani, Selasa, 25 Februari 2020. “Untuk Board AAS memang khusus. Tidak bisa dipisah elemen-elemennya.”

Ditanyai sinarpidie.co mengapa pengadaan barang dalam tiga paket yang terpisah untuk laboratorium tersebut tidak melalui e-catalog atau e-purchasing, Murdani menjelaskan bahwa anggaran yang tersedia tidak memungkinkan pihaknya untuk melakukan pengadaan melalui e-catalog. “Jika melalui e-catalog, timbangan saja sudah Rp 200 juta sekian harganya,” katanya.

Hasil tender pengadaan peralatan laboratorium untuk uji kualitas air yang bersumber dari DAK dimenangkan oleh PT. Lintalahum Sumber Rezeki, yang beralamat di Jl. Kelapa No. Kav.20 RT.001/RW.014, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya - Pekan Baru (Kota) - Riau, dengan nilai kontrak Rp 752.439.500. Nilai kontrak pengadaan tersebut hanya lebih rendah Rp 1 juta dari nilai pagu DIPA. Dengan kata lain, saving pada nilai kontrak terbilang sangat kecil.

Pidie, yang tak memperoleh DAK Fisik Penugasan Bidang Lingkungan Hidup pada tahun ini, kata Murdani, karena Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mengutamakan program akreditasi laboratorium. “Pada 2021 mungkin kita dapatkan DAK tersebut,” kata Murdani. []

Loading...