Pengadaan Lahan untuk Sport Center PORA Jalan di Tempat

·
Pengadaan Lahan untuk Sport Center PORA Jalan di Tempat
Rapat Persiapan PORA XIV, di Pendopo Bupati Pidie, Rabu, 8 Juli 2020 malam. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum menetapkan lokasi pengadaan lahan untuk Sport Center Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2022 meski anggaran untuk pengadaan tanah pembangunan Sport Center telah dianggarkan dalam APBK 2020 Rp 15 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie Apriadi SSos mengatakan pada 25 Februari 2020 lalu pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, KONI Pidie, dan sejumlah pihak terkait lainnya telah duduk bersama membahas persiapan PORA yang digelar pada tahun 2022 di Pidie.

“Pada 2 Maret 2020 kita telah meninjau langsung dan memutuskan lima lokasi yang telah memiliki kajian Bappeda. Lima titik lokasi tersebut, yakni di belakang warkop Sigli Premium, di samping Gedung PCC, titik di samping rumah makan Kelapa Satu, titik di belakang lapangan Blang Paseh, dan satu calon lokasi lagi berada di Gampong Sukon, Kecamatan Simpang Tiga,” kata Apriadi SSos, saat memaparkan persiapan PORA 2022 dalam Rapat Persiapan PORA XIV, di Pendopo Bupati Pidie, Rabu, 8 Juli 2020 di hadapan Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar dan Anggota DPR Aceh Dapil II Pidie dan Pidie Jaya, jajaran KONI Pidie, beserta kepala SKPK di lingkungan Pemkab Pidie.

Penyebab belum ditentukan lokasi Sport Center untuk PORA 2022, kata Apriadi lagi, karena tahapan persiapan PORA terhenti pada saat pandemi Covid-19.

“Waktu itu kita sudah sibuk dengan agenda Covid-19, seperti sejumlah rapat refosucing dan realokasi anggaran sehingga agenda persiapan PORA terhenti,” kata Apriadi.

Menanggapi pemaparan tersebut, anggota DPRA Anwar Husen SPdI MAP mengatakan lahan untuk Sport Center harus segera ditetapkan agar secepatnya bisa dilakukan pengadaan tanah.

“Persoalan lahan seharusnya perlu ditentukan malam ini karena persoalan lahan merupakan salah satu tahapan utama yang harus diselesaikan. Kalau lahan belum selesai dilakukan pembebasan, jangan cerita dulu masalah infrastruktur,” kata Anwar Husen.

Sebab, kata Anwar Husen lagi, jika kebutuhan lahan yang diperlukan untuk Sport Center seluas lima hektare tapi kesediaan dana yang dianggarkan dalam APBK Pidie hanya Rp 15 miliar, hal itu akan menjadi kendala selanjutnya.

“Rp 15 miliar itu tidak cukup untuk beli lima hektare. Makanya kami tegaskan, segera tetapkan lahan supaya bisa dibantu melalui APBA nantinya melalui pembahasan APBA-P,” kata Anwar Husen. []

Loading...