DTKS tak Pernah Diverivali

Penerima Bansos Ganda Picu Gesekan Sosial di Gampong

·
Penerima Bansos Ganda Picu Gesekan Sosial di Gampong
KPM mencairkan BST di Kantor Pos Sigli, Sabtu, 9 Mei 2020. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Sejumlah keluarga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Pidie merupakan penerima bansos ganda karena selain tercatat sebagai penerima BST, mereka juga tercatat sebagai penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan program bantuan sembako atau BPNT.

Keuchik Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Kamaluddin mengatakan penerima BST di gampong setempat berjumlah 30 KPM, dan terdapat tiga keluarga penerima BST yang tidak tepat sasaran karena mereka juga menerima bansos PKH dan BPNT.

“Ada juga penerima  bansos dalam satu rumah, yakni suami-istri.  Istri dapat bantuan sembako atau BPNT dan suami dapat bantuan BST. Saya bingung karena proses pendataan tidak melibatkan keuchik sehingga keuchik menjadi sasaran kemarahan warga di gampong,” kata Kamaluddin, Jumat, 15 Mei 2020.

Keuchik Gampong Cumbok Niwa, Kecamatan Sakti, Pidie, Jaifandra mengungkapkan hal yang sama.  “Satu penerima BST melalui Bank BRI merangkap sebagai penerima bansos BPNT.  Sudah saya tanyakan ke pihak kecamatan. Kata mereka tidak bisa dihapus lagi penerima yang merangkap itu. Makanya saya bingung juga,” kata Jaifandra, 11 Mei 2020.

Baca juga:

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pidie, H Yunidar mengatakan penyebab banyaknya penerima bansos ganda, bahkan terdapat PNS aktif yang ikut menerima bansos BST, karena Kemensos telah mengunci penerima bansos tersebut berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Kita tidak melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sejak tahun 2015,” katanya, Jumat, 15 Mei 2020.

Untuk diketahui, jumlah penerima BST Pidie 18.460 keluarga. Keluarga penerima BST ini mendapatkan uang tunai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. []

Loading...