Penerapan Prokes Covid-19 di Sekolah di Pidie Rendah

·
Penerapan Prokes Covid-19 di Sekolah di Pidie Rendah
Aktivitas belajar-mengajar di SMP Negeri 1 Simpang Tiga. Foto direkam Selasa, 3 November 2020. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Sejumlah sekolah di Pidie tidak serius menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 1 Simpang Tiga, misalnya, di dalam ruang belajar, siswa tidak mengenakan masker dan meja belajar tidak disusun dengan jarak satu meter antara satu meja belajar dan meja belajar lainnya. Tak hanya siswa, guru yang mengajar juga tak memakai masker.

Sekolah ini hanya memiliki empat wastafel untuk 21 ruang belajar, puluhan guru, dan 603 orang siswa yang tercatat sebagai siswa di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Simpang Tiga Jufri SPd mengatakan baik siswa maupun guru yang tidak mengenakan masker tidak diizinkan masuk ke area sekolah. “Itu diterapkan saat masuk ke sekolah di pagi hari. Satpam yang tangani. Namun, saat berada di dalam kelas, para siswa dan guru melepas masker mereka,” kata Jufri, Selasa, 3 November 2020.

Kata dia lagi, jadwal sekolah di SMP Negeri 1 Simpang Tiga dengan skema selang-seling, sehari masuk dan sehari tidak. "Kita membagikan dua masker kain untuk setiap siswa, dan 50 face shield untuk dewan guru," kata Jufri lagi.

Sama halnya dengan SMP Negeri 1 Simpang Tiga, SMP Negeri 2 Delima juga terlihat tak serius menerapkan Prokes Covid-19. Meski sekolah ini menyediakan  27 wastafel yang bisa digunakan 598 siswa dan puluhan guru di sekolah tersebut, penerapan Prokes dalam ruang belajar masih jauh panggang dari pada api.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pidie Drs Ridwandi mengatakan pihaknya selalu mewanti-wanti agar seluruh sekolah menerapkan Prokes Covid-19 secara maksimal. "Kami dari dinas hampir setiap hari mengunjungi sekolah untuk mengingatkan penerapan protokol kesehatan,” kata dia, Kamis, 5 November 2020. "Ada sekolah yang memiliki sedikit siswa melaksanakan proses belajar-mengajar tanpa pembagian jadwal. Sebaliknya, ada pula sekolah yang memiliki banyak siswa melakukan pembagian jadwal belajar-mengajar: selang-seling.” []

Loading...