Pendapatan Pemkab Pijay Turun Rp 22,1 M, Belanja yang Naik 1,41 Persen Ditutup SiLPA 2020

·
Pendapatan Pemkab Pijay Turun Rp 22,1 M, Belanja yang Naik 1,41 Persen Ditutup SiLPA 2020
Sidang paripurna DPRK Pidie Jaya terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) perubahan APBK 2021, Rabu, 1 Agustus 2021 di gedung DPRK Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Pendapatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya pada tahun anggaran 2021 turun sebesar Rp 22.144.322.277. Sebelumnya, pendapatan Pemkab Pidie Jaya pada 2021 diproyeksikan senilai Rp 980.006.342.403. Tapi kini, sebagaimana tertuang dalam KUA-APBK-P 2021, pendapatan dalam APBK Pidie Jaya 2021 menjadi Rp 957.862.020.125.  

Meski pendapatan berkurang, belanja daerah meningkat sebesar 1,41 persen atau senilai Rp 13.762.570.802, dari sebelumnya senilai Rp 979.006.342.403 menjadi Rp 992. 768.913.205.

Kekurangan untuk membiayai belanja yang mengalami kenaikan sebesar 13.762.570.802 ini dapat ditutupi dengan SiLPA 2020 yang nilainya mencapai Rp 35.906.893.080. 

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, dalam pidato penutupan sidang paripurna DPRK Pidie Jaya terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) perubahan APBK 2021, Rabu, 1 Agustus 2021 di gedung DPRK kabupaten setempat, menyebutkan bahwa penurunan pendapatan daerah sebesar Rp 22 miliar ini disebabkan menurunnya pendapatan daerah yang bersumber dari DAU dan kewajiban daerah untuk melakukan refocussing anggaran di tahun berjalan.

"Akibatnya, Pemkab Pidie Jaya harus mengambil berbagai pilihan dan dituangkan dalam perubahan KUA APBK-P 2021," kata Said Mulyadi.

Dari penerimaan pembiyaan yang bersumber SiLPA, penyertaan modal pada Bank Aceh sebesar Rp 1 miliar juga dilakukan tahun ini. Seluruh fraksi di DPRK Pidie Jaya dapat menerima rancangan tersebut untuk kemudian menjadi landasan penyusunan dan pembahasan RAPBK-P 2021. []

Loading...