Banner Stunting
Klik Tambang

Advertorial

Pendapatan Masyarakat Pijay Bisa Capai Rp 63 M per tahun dari Sektor Tanaman Ini

·
Pendapatan Masyarakat Pijay Bisa Capai Rp 63 M per tahun dari Sektor Tanaman Ini
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya Drh Muzakkir MM. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Salah satu strategi pembangunan sub-sektor tanaman pangan, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten atau kota dilakukan melalui pembangunan berbasis pola kawasan. Penyusunan action plan pengembangan kawasan pertanian ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 56/Permentan/RC.040/11/2016 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 830 Tahun 2016 tentang Penetapan Lokasi Kawasan Pertanian Nasional.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya drh Muzakkir MM pada sinarpidie.co, Rabu, 5 Desember 2018 lalu, di Meureudu.

Di Pidie Jaya, kata dia, sejumlah komoditi tanaman pangan telah dikembangkan berdasarkan pola tersebut. Komoditi utama, yakni pengembangan tanaman padi dilakukan di delapan atau seluruh kecamatan di Pidie Jaya sebagai kawasan utama. Lalu, kawasan utama  pengembangan komoditi jagung hibrida di Kecamatan Bandar Dua, sedangkan Kecamatan Meurah Dua, Kecamatan Trienggadeng, dan Kecamatan Bandar Baru menjadi kawasan penyangga komoditi tersebut.

Selanjutnya, komoditi cabai dan bawang merah difokuskan pengembangannya di Kecamatan Trienggadeng dan Kecamatan Pante Raja.

“Oleh karenanya, setiap usulan rencana kerja Dinas Pertanian Pidie Jaya mengacu pada pola kawasan tersebut,” kata drh Muzakkir.

Dikatakannya lagi, action plan berbasis pola kawasan tersebut telah digagas pada 2017 lalu, dan pada 2018 hal itu sudah diterapkan di lapangan.

“Yang pertama, sasaran yang hendak dicapai: terjadi peningkatan produktivitas. Kedua, kita fokus lokasi. Dengan kata lain, fokus komoditi dan fokus lokasi,” sebutnya. “Target kita pada 2019, luas tanam tanaman padi di Pidie Jaya ialah 17 ribu hektare. Lalu jagung hibrida dua ribu hektare. Cabai merah 100 hektare dan bawang merah 30 hektare.”

Kata dia melanjutkan, surplus gabah kering giling di Pidie Jaya mencapai sekitar 75 ribu ton per tahun.

Sementara, jagung hibrida menjadi bahan baku untuk pakan ternak.

“Jika provitas jagung hibrid di areal lahan satu hektare mencapai 7 ton saja, maka jika 7 ton dikali 2000 hektare: 14 ribu ton per tahun. 14 ribu ton jika dimaksimalkan, pendapatan masyarakat Pidie Jaya per tahun dari sektor tanaman tersebut mencapai Rp 63 miliar,” kata dia, menjelaskan.

Capture dari Action plan pengembangan kawasan pertanian Kabupaten Pidie Jaya.

Yang menjadi tantangan, sebutnya, ialah bagaimana memotivasi para petani untuk fokus pada pengembangan komoditi-komoditi tersebut.

“Penyuluh pertanian ada di garda terdepan untuk memotivasi para petani. Juga perlu dukungan semua stake-holder terkait. Jika semua elemen bekerja, walau tidak semudah membalik telapak tangan, hal itu pasti terwujud,” ungkapnya lagi. “Selanjutnya, ketika petani sudah termotivasi, maka pemerintah harus bisa menjamin kepastian harga, karena muara akhirnya untuk kesejahteraan. Perlu digaris bawahi, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto-red) Pidie Jaya 49 persen disumbangkan dari sektor pertanian.” []

Komentar

Loading...