Pencari Tiram

·
Pencari Tiram
Empat perempuan sedang mencari tiram di dekat dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasi Peukan Baro, Kecamatan Pidie, Pidie, Jumat, 5 Juni 2020.

sinarpidie.co-Empat perempuan sedang mencari tiram di dekat dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasi Peukan Baro, Kecamatan Pidie, Pidie, Jumat, 5 Juni 2020.

"Dalam sehari kami mampu mencongkel tiram sebanyak satu timba. Setelah itu dibawa pulang ke rumah untuk direbus dulu dan diambil isinya," kata Putri Umar, 50 tahun, warga asal Gampong Pasi Peukan Baro, Pidie.

Tak jauh dari tempat Putri Umar merendamkan tubuhnya di dalam air,  Ratna Dewi, 19 tahun, Sawiah Umar, 35 tahun, dan Nurmala Abdullah, 31 tahun, juga melakukan hal yang sama. Ketiganya juga merupakan warga Gampong Pasi Peukan Baro.

Empat perempuan itu memakai sarung tangan dan kaus kaki agar cangkang tiram yang keras dan tajam tidak melukai tangan dan kaki mereka. 

Baca juga:

Tubuh mereka terendam di dalam air, mulai dari kaki hingga melewati pinggang. Mereka mencongkel tiram dari cangkang, yang menempel di batu tanggul pemecah ombak dengan pisau dan parang.

Pendapatan dari hasil penjualan tiram, kata Putri Umar, mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu. Itu hanya hasil pencairan selama setengah hari, sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Harga tiram yang sudah direbus dan telah congkel isinya dibeli oleh pengepul Rp 4 ribu satu gelas. Pengepul datang ke rumah mereka setiap hari untuk membeli tiram.

Selain mencari tiram pada saat air laut sedang surut, mereka bekerja mengayam tikar di rumah. "Saya sudah tiga tahun mencari tiram. Kalau mencari tiram, besoknya langsung dapat uang, tetapi untuk menganyam tikar butuh waktu lama baru mendapatkan uang," kata Putri Umar. []

Loading...