Pencari Kepiting

·
Pencari Kepiting
Mukti Ali, 33 tahun, memasang perangkap kepiting. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Hujan terlihat turun rintik-rintik ke Gampong Pulo Bungong, Kecamatan Batee, Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2020 sore. Sekelompok pemuda sedang bermain voli di lapangan milik gampong setempat. Salah seorang pria di sana bergegas pulang ke rumah meskipun permainan belum selesai. Pria itu Mukti Ali, 33 tahun.

Dia pulang ke rumahnya yang berkontruksi kayu, berukuran 3 x 1,5 meter. Rumah itu bersebelahan dengan rumah bantuan tsunami milik ibunya.

Tak lama kemudian, tanpa memakai alas kaki, dia keluar dengan mengenakan kaus merah berkerah, celana pendek hitam, dan topi baseball hitam berpadu kuning gading. Pria bertubuh jangkung dan berkulit gelap itu memanggul 20 bubee kepiting di bahunya, lalu ia mula-mula menyusuri jalan setapak selebar 90 sentimeter, kemudian ia berjalan di atas pematang tambak sejauh 500 meter dari rumahnya.

Ayah dua anak ini tak punya pekerjaan lain, selain mencari dan menjual kepiting. Rutinitas tersebut biasanya ia lakukan pukul 18.00 WIB setiap hari. Sore itu, dia memasang perangkap kepiting atau bubee di sungai Kuala Batee, perbatasan antara Gampong Pulo Bungong dan Bintang Hu, Kecamatan Batee.

Bubee tersebut berbentuk seperti tabung dengan jaring yang terbuat dari benang nilon. Di tengah-tengahnya terdapat bambu runcing yang panjang, yang dijadikan sebagai tempat menancapkan bubee ke dalam tanah. Di dalam bubee tersebut, terpasang kepala ayam potong. "Saya beli Rp 5 ribu per 20 kepala ayam atau lebih sedikit,” katanya.

Mukti turun ke dalam sungai hingga kedalaman pinggang orang dewasa. Bubee-bubee itu dia tancapkan ke dalam sungai. Jarak antara setiap bubee adalah 20-30 meter. Sebagai penanda, potongan sendal jepit diikatkan pada bubee sebagai pelampung.

Setelah semua perangkap selesai dipasang, pria itu pulang ke rumah. Pada pukul 21.00 WIB, dia menghabiskan waktunya duduk di warung kopi di dekat rumahnya.

Seperti biasa, setiap malam ia juga keluar membawa senter dan tombak kepiting. Ia berjalan di atas pematang tambak ikan untuk mencari kepiting. Sementara, bubee-bubee yang dia pasang tadi sore akan dia ambil subuh nanti.

“Biasanya saya dapat 2-5 ekor kepiting. Kadang juga tak ada satu pun kepiting yang masuk dalam perangkap,” katanya lagi. "Kepiting kecil saya jual Rp 25 ribu per kilogram, dan kepiting besar Rp 50 per kilogram. Kebanyakan kepiting kecil yang saya temukan. Kepiting besar sudah sangat jarang. Dalam 20 bubee yang saya pasang, kepiting yang saya dapat biasanya 2-3 kilogram.”

Dia tidak memiliki tambak ikan, dan ia juga tidak pergi melaut untuk mencari ikan. Hanya dengan kepiting, dia menafkahi keluarga kecilnya. []

Loading...