Pencairan DD dan ADD di Pidie Macet

·
Pencairan DD dan ADD di Pidie Macet
Penyaluran BLT di Gampong Lueng Sagoe, Kecamatan Mutiara, Pidie, Jumat, 9 April 2021.

sinarpidie.co - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, hingga Senin, 3 Mei 2021, mencatat baru 26 gampong, dari 730 gampong di Pidie, yang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Seretnya realisasi penyaluran BLT di Pidie karena terganjal belum rampungnya dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2021, dan proses-proses verifikasi di Kantor Camat, DPMG, serta Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie.

Per Selasa, 5 Mei 2021, jumlah gampong yang telah mengusulkan pencairan Dana Desa (DD) tahap I ke Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie sebanyak 159 gampong, dan 38 gampong lainnya masih dalam proses verifikasi DPMG Pidie. Sementara, 533 berkas gampong masih membeku di masing-masing  533 gampong tersebut.

Di samping itu, 110 gampong di Pidie juga belum menyelesaikan Laporan Pertanggunggjawaban (LPJ) tahun anggaran sebelumnya.

Tak hanya itu, pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) juga masih seret. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Mutiin SIP MSi, mengatakan secara umum penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa sejak Januari hingga Maret 2021 juga belum bisa dicairkan. "Hingga hari ini, baru lima gampong  yang telah memasukkan bahan amprahan ke DPMG. Setelah kami verifikasi, bahan amprahan tersebut kemudian kami teruskan  ke BPKK  untuk diproses pencairan via RKUG masing-masing," katanya, Rabu, 5 Mei 2021. "Kelima desa tersebut, dua di Kecamatan Kota Sigli dan tiga di Kecamatan Glumpang Baro." []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Candra Saymima

Loading...