Penabuh Rapai di Bengkel Syahkubat Ajad

·
Penabuh Rapai di Bengkel Syahkubat Ajad
Syahkubat Ajad, 63 tahun. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Pada siang hari, Syahkubat Ajad, 63 tahun, bekerja di bengkel sepeda miliknya yang terletak di bantaran sungai di Gampong Pulo Glumpang, Kecamatan Tiro, Pidie, sedangkan pada malam Minggu dan malam Selasa, mulai pukul 20.30 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari, pria yang akrab disapa Bang Syeh ini mengajari 25 anak berumur enam hingga 15 tahun menabuh rapa'i di halaman bengkel tersebut.

"Saya tidak mengajar mereka seorang diri. Anak-anak ini saya latih bersama dengan empat rekan saya lainnya, yakni Abdul Hamid, Ismail, Hasballah dan Aswan," kata Bang Syeh.

Kelompok rapa'i ini bernama Bungong Jeumpa. Begitu rapai ditabuh syair yang didendangkan, syair saleum atau syair pembuka. Kemudian disusul syair ya Nabi Yusuf, dilanjutkan dengan syair Hasan dan Husen, dan ditutup dengan syair salawat.

"Saya, Abdul Hamid, Hasbalah, Ismail dan Aswan, yang membaca syair diiringi dengan suara tabuhan rapai yang dimainkan oleh anak-anak ini," kata Syahkubat Ajad.

Kelompok rapa'i yang berkesenian secara swadaya ini condong pada pertunjukkan rapa'i Gerimpheng, pertunjukkan yang dipimpin oleh seorang syeh yang melantunkan syair, dan aneuk pulot yang menabuh rapa'i. Kini, kelompok kesenian Bungong Jeumpa ini memiliki 26 set rapa'i.

"Kami juga sudah mulai tampil pada event-event tingkat kabupaten. Sekali tampil, kami dibayar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta," kata dia. "Kami berharap pemerintah ikut memerhatikan keberlanjutan kesenian ini di tengah-tengah masyarakat," tutupnya. []

Loading...