Pemkab Pidie Jaya Gagas Pendirian Politeknik Negeri

·
Pemkab Pidie Jaya Gagas Pendirian Politeknik Negeri
Pertemuan jajaran Pemkab Pidie Jaya dan unsur DPRK Pidie Jaya dengan Kemenristekdikti di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. Foto Ist.

sinarpidie.co – Sejak  2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya telah menginisiasi pendirian lembaga pendidikan tinggi vokasi di kabupaten tersebut untuk meningkatkan keterampilan tenaga terampil dan terdidik di bidang peternakan dan pangan.

Lembaga pendidikan tinggi vokasi yang telah dirintis tersebut, Akademi Komunitas Negeri (AKN), yang semula penyelenggaraannya bekerjasama dengan Politeknik Paya Kumbuh, bakal menjadi Politeknik Negeri Pidie Jaya.

Hal itu dikatakan Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya, setelah sebelumnya pihaknya melakukan pertemuan dengan Kemenristekdikti di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

"Selama ini cuma diploma dua vokasi, sementara program diploma dua ini akan berakhir pada 2021. Sesuai ketentuan UU, dalam hal ini ada program pemerintah pusat untuk pendidikan vokasi tapi harus Politeknik," kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, pada sinarpidie.co, Kamis,  17 Oktober 2019.

Saat ini, kata dia, Pemkab Pidie Jaya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen sebagai syarat yang ditetapkan Kemenristekdikti untuk mendirikan Politeknik di Pidie Jaya.

"Ini sedang kita persiapkan bahan, kesiapan kita menjadi sangat penting, seperti lahan. Makanya kemarin kita ajak anggota DPRK  juga, bahwa pemerintah daerah benar-benar serius dalam hal ini, " ujarnya.

Kata dia lagi, Kemenristekdikti menyambut baik usulan Pemkab Pidie Jaya yang ingin adanya institusi pendidikan diploma empat atau setara S-1 negeri berdiri di kabupaten tersebut.

"Ini sangat membantu masyarakat untuk mendapakan pendidikan yang layak, tanpa harus kuliah keluar daerah lagi karena sudah ada diploma empat atau S-1. Dan yang sudah lulus kuliah diploma dua, bisa sambung lagi nantinya, " kata dia. "Kita berharap dukungan masyarakat. Sebab tanpa dukungan, tidak mungkin ini berdiri, terutama dari DPRK dan tokoh masyarakat Pidie Jaya.” []

Loading...