Pemkab Pidie belum Kantongi Luas Lahan Pertanian Produktif Terdampak Pembangunan Tol di Padang Tiji

·
Pemkab Pidie belum Kantongi Luas Lahan Pertanian Produktif Terdampak Pembangunan Tol di Padang Tiji
Lahan sawah di Kecamatan Padang Tiji yang alami kekeringan. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Sejumlah lahan pertanian produktif di Kecamatan Padang Tiji, Pidie, akan dialihfungsikan untuk proyek pembangunan jalan Tol Sigli-Banda Aceh. Camat Padang Tiji Zainal SSos mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail lahan pertanian yang terdampak pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. “Luas sawah secara detail saya tidak tahu. Lebih baik dikonfirmasi dengan Satgas BPN,” kata Zainal, Rabu, 22 Januari 2020 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Ir Sofyan Ahmad mengatakan hal serupa. “Soal harus diganti lahan sawah baru akibat alih fungsi lahan itu ada prosedurnya. Akan dipelajari dulu soal itu,” kata Sofyan Ahmad Rabu, 22 Januari 2020 lalu.

Seorang pemilik lahan sawah yang terkena dampak proyek tol Sigli-Banda Aceh, Muhammad Nasir, mengatakan harga tanah sawah miliknya dihargai Rp 75 ribu per meter. Karena itu, ia belum menyepakati harga tersebut.

UU nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan PP Nomor 1 tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian, mengatur, pengalihfungsian lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk kepentingan umum hanya dapat dilakukan dengan syarat: dilakukan kajian kelayakan strategis, disusun rencana alih fungsi lahan, dibebaskan kepemilikan haknya dari pemilik; dan disediakan lahan pengganti terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan yang dialihfungsikan. Selain itu, pihak yang mengalihfungsikan wajib mengganti nilai investasi infrastruktur. Lahan pertanian yang dialihfungsi diganti dengan pembukaan lahan pertanian yang baru seluas tiga kali lipat.

Diberitakan sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh 2, Jufri ST, mengatakan saat ini progres pembebasan 639 bidang tanah warga Kecamatan Padang Tiji, Pidie, sedang dalam proses validasi data di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh.

“BPN yang menyatakan data sudah valid atau belum. Dari hasil musyawarah beberapa hari lalu dengan masyarakat di Kecamatan Padang Tiji, sekitar 60 persen pemilik tanah sudah menyetujui tanah mereka untuk dibebaskan. Jumlah pemilik tanah yang sudah diverifikasi sekitar lima ratusan,” kata Jufri pada sinarpidie.co, Jumat,17 Januari 2020.[]

Komentar

Loading...