Pemilik Adex's Aluminium: Saya sudah Terima Pembayaran Lemari RSUD TCD dari Azhar

·
Pemilik Adex's Aluminium: Saya sudah Terima Pembayaran Lemari RSUD TCD dari Azhar
Lemari kaca seharga Rp 44 juta dan Febrilator Freezer Rp 46 juta. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co — Mukrizal, pemilik Adex's Aluminium yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan Nomor 16 Grong-Grong, menyebutkan bahwa dirinya telah menerima pembayaran pengadaan sejumlah lemari dan rak stainless yang diadakan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli pada 2019 lalu. “Saya menerima pesanan pembuatan lemari dan rak dari Azhar. Saya tidak ingat lagi berapa jumlah pastinya. Uangnya sudah dibayar langsung oleh Azhar,” kata Mukrizal, Kamis, 3 Desember 2020.

Semula, Azhar SKM, Kasubag Umum pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, kata Mukrizal, melakukan tawar-menawar terkait harga per lemari. “Modal membeli material dibayar oleh Azhar. Kalau harga Rp 105 juta untuk satu lemari, itu tidak ada,” sebutnya lagi.

Mukrizal menolak memberikan informasi terkait harga lemari di RSUD Teungku Chik di Tiro yang dibayarkan Azhar SKM padanya. “Harganya standar dengan harga lemari dan rak stainless di pasaran di Pidie,” katanya. “Kami membuat lemari dan rak sesuai dengan yang dipesan oleh Azhar.”

Dalam dugaan praktik korupsi kas bon atau pinjaman kas ini, Azhar diduga bekerjasama dengan Wadir Umum RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, Muhammad Nur SKM MKM.

Sebelumnya, M Nur menyebutkan biaya pengadaan lemari-lemari tersebut dibebankan pada rekanan. “Modal untuk paket-paket tersebut rekanan yang tanggung. Rekanan bersedia menanggung biaya tersebut,” kata M Nur Kamis, 3 Desember 2020.

Baca juga:

Azhar SKM, Kasubag Umum pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, menolak untuk diwawancarai. “Jangan dengan saya. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab,” kata Azhar, Kamis, 3 Desember 2020.

Diberitakan sebelumnya, nilai hutang jangka pendek RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli per 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2019 ialah senilai Rp 6,2 miliar. Rata-rata, hutang ini berkutat pada aset peralatan mesin, pengadaan inventaris rumah sakit, beban persediaan, beban pemeliharaan gedung, peralatan mesin, alat elektronik, mobiler, dan beban perawatan ambulans, di bawah Wakil Direktur (Wadir) Umum RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, Muhammad Nur SKM MKM.

Beberapa pekerjaan yang terhutang pada tahun anggaran 2019 ini terkesan tak masuk akal, yakni pekerjaan pembuatan lemari yang menelan anggaran puluhan juta hingga ratusan juta per lemari. Selain harga lemari-lemari dan rak-rak ini diduga dimark-up, sejak awal, puluhan paket ini juga tidak ditender tapi dikerjakan secara swakelola meski nilai total pengadaan inventaris rumah sakit ini ialah Rp 696.540.700, seperti lemari steril stainless Rp 105.000.000, lemari steril stainless senilai Rp 48.500.000, pengadaan rak kartu pasien Rp 40.480.000, pengadaan lemari HPL double door OKT Rp 46.819.000, pengadaan box freezer, febrilator chiller dan blender Rp 46.345.000, pengadaan lemari kaca Rp 44.800.000, pekerjaan pemasangan hood ducting Rp 35.710.000, dan pekerjaan baru regulator gas elpiji sentral Rp 22.500.000.

Selanjutnya, terdapat pengadaan 230 pcs plato magnetic stainlees steel Rp 48.300.000, pengadaan lemari arsip APL 95.630.000, dan pengadaan lemari kaca, rak serbaguna stainlisstell, troli barang Rp 30.349.200, dan sejumlah lemari lainnya yang nilainya juga puluhan juta. []

Loading...