Pemerintah Aceh Diminta Bentuk Tim Evaluasi untuk Ungkap Fakta Kesiapan MTQ Aceh ke-34

·
Pemerintah Aceh Diminta Bentuk Tim Evaluasi untuk Ungkap Fakta Kesiapan MTQ Aceh ke-34
Ketua HMI Cabang Sigli Mahzal Abdullah. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli meminta Pemerintah Aceh, dalam hal ini Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, membentuk tim evaluasi kesiapan penyelenggaraan MTQ ke-34 Aceh di Pidie yang direncanakan akan digelar pada 20 September hingga 28 September 2019.

“Meskipun Pidie sebagai tuan rumah, namun MTQ tingkat Aceh merupakan hajatan Pemerintah Aceh, di mana 23 kabupaten/kota di Aceh ikut ambil bagian dalam hajatan tersebut,” kata Ketua HMI Cabang Sigli Mahzal Abdullah, Jumat, 30 Agustus 2019 di Sigli.

Tim tersebut, kata Mahzal, diharapkan dapat memberikan informasi yang jernih pada publik, fakta lapangan yang sebenarnya secara faktual dan dapat dipertanggungjawabkan secara akal sehat, dan memberikan rekomendasi pada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait temuan mereka di lapangan.

“Kita sangat mendukung penyelenggaraan MTQ. Namun, jangan tutupi fakta-fakta yang sebenarnya. Kesiapan dari Liaison Officer (LO) belum jelas koordinasinya.  Kondisi infrastruktur jika dipaksakan, maka yang dikorbankan adalah kualitas bangunan-bangunan itu sendiri. Dari segi promosi, level MTQ Aceh seperti MTQ level kecamatan. Festival Tari Saman Gayo saja itu balihonya sampai Kota Sigli, sedangkan MTQ Aceh di Simpang Beutong saja tidak ada apa-apa,” kata Mahzal Abdullah, menguraikan.

Kemudian, sebutnya, jalan menuju ke lokasi titik-titik panggung MTQ tidak dapat dikatakan layak untuk penyelenggaraan even skala besar ini.

Baca juga:

“Jalur di Simpang 4 Kochin berpotensi macet karena ruas jalan yang sempit dan sedang dikerjakan proyek tugu di tempat tersebut. Selain itu, lokasi pasar rakyat untuk MTQ juga lewat jalan tersebut. Konsep tata ruang sangat amburadul. Apakah tim untuk mengurai kemacetan lalu lintas telah dikoordinasikan, sudah ada belum bayangan mitigasi bencana? Jangan korbankan publik. Kemudian jalan ke Masjid Labui juga berlubang dan tak ada penerangan jalan,” katanya lagi.

Selanjutnya, disebutkannya lagi, kondisi blok drainase di Kota Sigli juga sangat memprihatinkan, karena sampah dan sendimen sudah sangat menumpuk.

“Yang lebih miris, Pidie tidak punya Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) yang layak, sehingga dikhawatirkan volume sampah yang mengalami peningkatan yang tajam saat MTQ berlangsung, akan menganggu pergelaran even tersebut,” kata Mahzal. “Intinya kita sangat mendukung even yang bernuansa religius tersebut, namun sekali lagi, jangan bungkam kami untuk menerangkan pada publik fakta di lapangan yang sebenarnya. Dan publik pun dapat menilai sendiri. Mendukung bukan berarti bungkam. Apabila belum siap, jangan dipaksakan, lebih baik dipertimbangkan lagi untuk diundur pelaksanaannya.” []

Komentar

Loading...