Dunia

Pembunuhan Jamal Khashoggi yang Berbuntut Panjang

·
Pembunuhan Jamal Khashoggi yang Berbuntut Panjang
Sumber foto: Al Jazeera.

sinarpidie.co—Pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan senior Arab Saudi, yang juga mantan pemimpin redaksi Al-Arab News Channel, di Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul,Turki, pada Selasa, 2 Oktober 2018 lalu untuk mendapatkan surat-surat yang ia perlukan untuk menikahi tunangannya, menghentak dunia.

Ia, yang diduga dibunuh dengan dimutilasi dalam senyap, adalah pengkritik pemerintahan Mohamad bin Salman, putera mahkota kerajaan Saudi, terutama tentang kedekatan Arab Saudi dengan pemerintahan Donald Trump. Ia juga mengkritik habis-habisan intervensi Kerajaan Saudi dalam perang sipil di Yaman.

Suara Jamal, yang hendak dibungkam dengan pembunuhan terhadapnya, ternyata menjadi percikan api yang kelak membakar hubungan Saudi dengan sejumlah Negara di dunia internasional.

Dilansir dari bbc.com, Senin, 22 Oktober 2018, Inggris, Prancis, dan Jerman telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut penjelasan lengkap tentang latar kasus tersebut.  

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mulai meyakini Khashoggi benar-benar dibunuh.

Amerika, kata dia,  akan memberikan sanksi berat kepada Arab Saudi jika terbukti menghabisi nyawa Jamal.

Selain itu, di hadapan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir yang berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 Oktober 2018, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tragis yang menimpa Jamal Khashoggi.

“Jokowi juga meminta investigasi terhadap kasus Jamal Khashoggi dilakukan secara transparan,” demikian dilansir dari liputan6.com, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca juga:

Dilansir dari cnnindonesia.com, Sabtu, 20 Oktober 2018, kedatangan Jamal ke konsulat Saudi di Turki bertujuan untuk mengambil dokumen pernikahan. Tunangan Khashoggi Hatice Chengiz menunggu di luar konsulat hingga gedung tutup namun Jamal tak pernah keluar lagi.

Dilansir dari tribunnews.com, Sabtu, 13 Oktober 2018, Jamal meninggalkan Arab Saudi dan  tinggal dalam pengasingannya di Amerika Serikat selama setahun terakhir karena praktik penindasan  kerap dilakukan terhadap para pengkritisi negara kerajaan tersebut. []

Loading...