Pembongkaran Jembatan Gigieng yang Gagal Bangun tak Dianggarkan pada 2020

·
Pembongkaran Jembatan Gigieng yang Gagal Bangun tak Dianggarkan pada 2020
Jembatan di Gampong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, atau yang dibangun di dekat TPI kuala Gigieng.

sinarpidie.co--Jembatan Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, yang melengkung akibat kesalahan pemasangan gelagar jembatan rencananya akan dibongkar lalu diperbaiki kembali. Kepala Bidang (Kabid) Program pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie Teuku Mahriza mengatakan realisasi anggaran pengerjaan Jembatan Gigieng tahap ketiga dengan nilai kontrak Rp 1,4  miliar sebesar 30 persen, sedangkan 70 persen sisanya tak terealisasi.

“Kalau menggunakan dana SILPA tahun 2019 itu tidak cukup. Setidaknya butuh dana sekitar Rp 2,5 miliar untuk memperbaiki jembatan tersebut,” kata T Mahriza, Selasa, 21 Januari 2020.

Namun pada tahun anggaran 2020, Dinas PUPR Pidie belum bisa memastikan apakah pembongkaran dan lanjutan pembangunan jembatan akan dikerjakan atau tidak. “Dana SILPA jembatan itu kalau setuju bisa dimasukkan pada perubahan 2020,” kata T Mahriza.

Diberitakan sinarpidie.co sebelumnya, pekerjaan jembatan yang berkapasitas untuk kendaraan ringan dengan maksimal muatan 15 ton itu pada tahap I dikerjakan pada tahun 2017 oleh CV Tachi Mita dengan nilai kontrak Rp 1,4 miliar. Kemudian tahap II dikerjakan pada tahun 2018 oleh CV Pilar Jaya dengan nilai kontrak Rp 1,8 miliar dan pengerjaan tahap III jembatan tersebut dikerjakan oleh CV  Aceh Brothers Sejati dengan nilai kontrak Rp 1,4 miliar.

Baca juga:

Rangka baja pada Jembatan Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, yang pembangunan tahap II dikerjakan pada tahun 2018 oleh CV Pilar Jaya dengan nilai kontrak Rp 1,8 miliar, tidak memenuhi standar atau tidak memenuhi spesifikasi teknis jembatan tipe C yang berkapasitas untuk kendaraan ringan dengan maksimal muatan 15 ton dengan lebar 6,2 meter dan panjang 36 meter.

Lanjutan pembangunan jembatan mangkrak

T Mahriza juga menyebutkan Jembatan Jumpoh Adan yang sebelumnya mangkrak akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2020 dengan pagu anggaran Rp 7 miliar. Selanjutnya, Jembatan Rukoh, Kecamatan Titeue juga akan dilanjutkan pembangunannya pada 2020 ini  dengan pagu anggaran Rp 3,3 miliar. “Keduanya bersumber dari Dana Otsus, sedangkan untuk lanjutan pembangunan Jembatan Pasi Jeumeurang bersumber dari DAK tahun 2020 sekitar Rp 5 miliar lebih. Untuk pembuatan Oprit,” kata dia. []

Komentar

Loading...